Menurut otoritas maritim dan analis, drone angkatan laut telah digunakan dalam setidaknya dua serangan terhadap kapal tanker minyak di wilayah Teluk sejak perang meletus antara AS, Israel, dan Iran. Ini menunjukkan ancaman baru yang berbahaya di jalur pelayaran utama.
Seperti dilansir Reuters, munculnya penggunaan kapal permukaan tak berawak yang bermuatan bahan peleda telah digunakan Ukraina dengan sangat efektif dalam perangnya dengan Rusia. Kini drone itu digunakan Iran untuk memblokir pengiriman minyak yang melewati Selat Hormuz, titik penting bagi seperlima minyak dunia.
Menurut stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap dua kapal tanker minyak, yang diyakini milik Amerika Serikat. “Serangan drone bawah laut tersebut meledakkan dua kapal tanker minyak di Teluk Persia malam ini,” katanya.
Saluran televisi pemerintah al-Ikhbariya menyiarkan gambar sebuah kapal di laut dengan kepulan asap yang membubung dari kebakaran besar. Video-video kobaran api juga banyak dibagikan di media sosial.
Selat Hormuz adalah saluran air selebar 55 kilometer antara Iran dan Oman, yang memisahkan Teluk Persia dari Laut Arab. Selat ini merupakan jalur pelayaran yang sangat penting secara global dalam sektor energi dan salah satu jalur pelayaran tersibuk dan paling strategis di dunia.
Sekitar 13 juta barel minyak per hari biasanya melewati perairan Hormuz. Angka itu sekitar 31 persen dari pengiriman minyak global.
Penutupan selat ini akan memengaruhi pelabuhan-pelabuhan utama milik Irak, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, serta Iran sendiri. Bagi beberapa negara ini, selat tersebut merupakan jalur utama yang dilalui minyak untuk mencapai pasar global.
Pemblokiran selat ini dapat semakin meningkatkan biaya barang dan jasa di seluruh dunia, terutama minyak, dan akan berdampak pada beberapa ekonomi terbesar di dunia, termasuk Tiongkok, India, dan Jepang, yang merupakan importir minyak mentah terbesar melalui jalur air ini.


















































































































Komentar Terbaru