Sementara Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Prancis mendukung ide koalisi angkatan laut, tetapi menilai pembentukannya membutuhkan waktu dan koordinasi yang matang.
Iran Sindir: AS Kini Memohon Bantuan Dunia
Pernyataan Trump langsung memicu reaksi keras dari Teheran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menilai kebijakan Gedung Putih justru memperburuk situasi di kawasan.
“Payung keamanan AS yang selama ini dibanggakan ternyata penuh lubang. Sekarang mereka bahkan meminta negara lain untuk membantu mengamankan Selat Hormuz,” tulisnya di platform X.
Ia juga menyerukan negara-negara di kawasan Teluk untuk menolak kehadiran militer asing, yang menurutnya hanya akan memperkeruh konflik.
Sementara itu, Komandan Angkatan Laut Islamic Revolutionary Guard Corps Aziz Reza Tangsiri mengejek permintaan Trump agar negara lain ikut mengirim pasukan.
Menurutnya, Selat Hormuz saat ini masih berada di bawah kendali Iran, meski belum ditutup secara militer.
Ancaman Krisis Energi Global
Ketegangan di Selat Hormuz kini menjadi perhatian dunia. Gangguan pengiriman minyak dari kawasan Teluk dapat memicu lonjakan harga energi secara global.
Banyak analis memperingatkan bahwa jika konflik meningkat dan jalur tersebut benar-benar ditutup, dunia dapat menghadapi krisis energi besar yang berdampak langsung pada inflasi, harga bahan bakar, dan stabilitas ekonomi global.
Situasi ini membuat Selat Hormuz kembali menjadi salah satu titik panas geopolitik paling berbahaya di dunia


















































































































Komentar Terbaru