Di bidang pendidikan, buku ini memperkenalkan konsep “kurikulum cinta” yang menempatkan nilai kasih sayang sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran.
Dari sisi kepemimpinan, Nasaruddin Umar digambarkan sebagai figur birokrat humanis religius yang mengedepankan nilai moral dan spiritual dalam menjalankan peran publiknya.
Melalui buku ini, para akademisi UIN Ar-Raniry menghadirkan potret utuh Nasaruddin Umar, tidak hanya sebagai pejabat negara, tetapi juga sebagai sosok dengan perjalanan intelektual dan spiritual yang kuat.
Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi kalangan akademisi, pembuat kebijakan, dan masyarakat luas dalam memahami model kepemimpinan religius yang moderat dan inklusif.
Sejumlah pejabat turut menghadiri acara ini, di antaranya Staf Khusus Menteri Agama, Tenaga Ahli Menteri Agama, Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad, Direktur Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal Ahmad Thib Raya, serta Rektor Senior UIN Ar-Raniry Yusny Saby.
Hadir pula Regional CEO Bank Syariah Indonesia (BSI) Aceh Imsak Ramadhan, serta sejumlah rektor dan wakil rektor dari berbagai perguruan tinggi. [ ]





























































































Beri Komentar