Boleh dibilang, hanya strategi Jokowi yang bisa mengubah seorang Rismon Sianipar yang begitu antipati terhadap Jokowi dan Gibran, tiba-tiba saja menjadi pendukung yang harus sungkem, menundukkan kepala, tanpa dia merasa malu melakukan itu sedikitpun. Bahkan, bangga.
Rasanya JK belum pernah bisa melakukan hal itu. Makanya, tak akan mudah bagi JK menghadapi permainan Jokowi.
Ini sebetulnya juga alarm bagi Prabowo seperti yang saya katakan di atas. Kalau dengan JK saja, Jokowi bisa bersengketa, apalagi dengan Prabowo?
Prabowo memberikan amnesti dan abolisi saja kepada Hasto Kristiyanto dan Tom Lembong, pendukung Jokowi langsung bereaksi keras, bahkan ada yang menyuarakan agar Prabowo segera diturunkan.
Dan kebetulan juga, civil society seperti Saiful Mujani dan Feri Amsari kini juga menyuarakan agar Prabowo dijatuhkan lewat mekanisme di luar konstitusi.
Perlu diingatkan bahwa mereka ini dulunya pendukung setianya Jokowi, yang pada Pilpres 2014 dan 2019, sama-sama mengalahkan Prabowo. Bukan mustahil cinta lama bersemi kembali. Karena itu, perlu hati-hati juga pihak Prabowo.
(Direktur ABC Riset & Consulting)































































































Beri Komentar