Namun kecepatan tinggi torpedo super seperti Hoot harus dibayar mahal dengan jarak tempuhnya akibat sangat cepatnya menghabiskan bahan bakar. Jika torpedo konvensional biasanya memiliki jarak tempuh hingga 30 km, Hoot hanya bisa mengincar target dalam jarak 15 km.
Penasihat militer senior pemimpin tertinggi Iran mengatakan pada Kamis (30/4/2026) bahwa Teheran dapat memilih konfrontasi jika blokade maritim AS terus berlanjut. Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah pada Kamis dini hari, Mohsen Rezaei menyebut Iran memiliki berbagai cara untuk menembus blokade tersebut, dan menegaskan upaya penerapan blokade itu tidak akan berhasil.
Ia menambahkan, jika blokade berlanjut, Iran mungkin akan menggunakan konfrontasi untuk mematahkannya. Rezaei juga menguraikan kemungkinan skenario jika terjadi perang lain, menurutnya akan berfokus pada wilayah pesisir selatan, meluas hingga ke arah Isfahan, serta mencakup beberapa aktivitas di wilayah barat negara itu.
Ia memperingatkan konflik semacam itu dapat mencakup pengeboman dan pembunuhan di Teheran.
AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang dibalas Teheran dengan serangan ke Israel dan negara-negara lain di kawasan yang menampung aset AS. Serangan udara AS-Israel menewaskan lebih dari 3.300 orang sebelum Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada 8 April yang dimediasi oleh Pakistan.
Meski awalnya dijadwalkan berakhir pada 22 April, Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata tanpa batas pada 21 April atas permintaan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Asim Munir.
Pada Kamis, Presiden AS Donald Trump dikabarkan akan menerima penjelasan tentang rencana baru terkait kemungkinan aksi militer terhadap Iran. Mengutip sejumlah sumber, Axios melaporkan bahwa paparan dari Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Laksamana Brad Cooper itu menunjukkan Trump tengah mempertimbangkan secara serius untuk kembali melancarkan operasi tempur besar-besaran.
Langkah itu disebut sebagai upaya memecah kebuntuan negosiasi atau memberikan tekanan terakhir kepada Iran sebelum mengakhiri konflik.
Menurut laporan tersebut, CENTCOM telah menyusun rencana serangan “singkat tetapi intens” dengan kemungkinan menargetkan infrastruktur Iran guna mendorong negara itu kembali ke meja perundingan dengan sikap lebih fleksibel, khususnya terkait isu nuklir.
Opsi lain yang akan dipresentasikan mencakup kemungkinan menguasai sebagian wilayah Selat Hormuz guna membuka kembali jalur pelayaran komersial, meski langkah tersebut berpotensi melibatkan pasukan darat. Selain itu, rencana lain yang sebelumnya pernah dibahas adalah operasi pasukan khusus untuk mengamankan cadangan uranium yang diperkaya tinggi milik Iran.


















































































































Komentar Terbaru