Melalui YOU RINGS, peserta dibekali pemahaman mengenai energi berkelanjutan dan tantangan global seperti krisis iklim, serta pentingnya kepemimpinan transformatif di kalangan generasi muda. Tidak hanya menerima materi, peserta juga diajak untuk aktif berdiskusi mengenai isu lingkungan di daerah masing-masing.
Ketua Institut Hijau Indonesia Chalid Muhammad dalam sambutannya menekankan pentingnya momentum kolektif untuk mendorong kesadaran publik terkait transisi energi. Beliau menyampaikan bahwa upaya peralihan energi tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga harus memastikan keadilan sosial dan ekologis bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dalam paparan keynote speaker yang menggarisbawahi arah kebijakan dan pentingnya pendidikan energi. Prof. Ahmad Erani Yustika, menyoroti peran negara dalam tata kelola energi nasional, sekaligus menegaskan pentingnya hilirisasi dan kemandirian energi berbasis prinsip keadilan dan keberlanjutan. Sementara itu, Arie Wibowo Khurniawan, menekankan urgensi membangun kesadaran ekologis melalui literasi energi sejak dini, baik melalui pendidikan formal maupun nonformal, sebagai fondasi menghadapi tantangan krisis energi dan iklim.
Selain keynote speaker, para narasumber juga mengangkat berbagai perspektif kritis terkait kondisi energi di Indonesia. Atina Rizqiana, menyoroti dampak sosial dan ekologis dari praktik hilirisasi industri, khususnya di sektor pertambangan, yang dinilai masih menyisakan ketimpangan dan beban bagi masyarakat lokal. Ia mendorong pentingnya transisi energi yang berkeadilan dengan memperkuat pengetahuan kritis serta solidaritas komunitas.
Pandangan serupa disampaikan oleh Muh. Jamil, yang menilai persoalan energi tidak terlepas dari dinamika politik dan tata kelola yang eksploitatif. Ia menegaskan pentingnya demokrasi energi agar masyarakat memiliki ruang partisipasi yang adil dalam proses pengambilan keputusan, sekaligus mengkritisi masih kuatnya ketergantungan pada energi fosil.
Sebagai penutup sesi pemaparan narasumber, Rahmat Jaya Eka Syahputra, memaparkan peluang dan tantangan dalam membangun industri hijau di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa dekarbonisasi sektor industri menjadi langkah penting melalui efisiensi energi, inovasi teknologi, serta pemanfaatan energi terbarukan, meskipun masih dihadapkan pada tantangan biaya, infrastruktur, dan regulasi.
Para narasumber menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di tengah tantangan global saat ini. Mereka mendorong peserta untuk tidak hanya memahami isu secara konseptual, tetapi juga berani mengambil inisiatif dan berkontribusi secara nyata.

















































































































Komentar Terbaru