UPDATE

OPINI
OPINI

Hercules Ancam Amien Rais dan Bahaya Letupan Reformasi Baru

Fenomena ini memunculkan kekhawatiran tentang relasi ormas dan kekuasaan di Indonesia.

Sebab sejarah menunjukkan, kedekatan kelompok massa dengan elite politik sering melahirkan rasa superioritas tertentu. Mereka merasa memiliki legitimasi sosial untuk menyerang kritik dan membela kekuasaan secara membabi buta.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Pada kondisi tersebut, demokrasi mulai menghadapi ancaman serius.

Ancaman terhadap Kritik dalam Demokrasi

Amien Rais selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh penting Reformasi 1998.

Orang boleh setuju atau tidak setuju dengan pandangannya. Namun hak untuk mengkritik pemerintah adalah bagian penting dalam demokrasi.

Karena itu, ancaman terhadap Amien Rais dibaca publik sebagai simbol menyempitnya ruang kritik.

Jika tokoh sebesar Amien yang juga mantan Ketum PP Muhammadiyah,  bisa mendapat intimidasi verbal karena pandangan politiknya, bagaimana dengan masyarakat biasa?

Inilah yang membuat polemik Hercules dan Amien Rais terasa berbahaya.

Demokrasi tidak langsung runtuh dalam satu malam. Ia melemah perlahan ketika masyarakat mulai takut berbicara. Ketika kritik dibalas ancaman. Ketika suara berbeda dianggap musuh negara.

Dan sejarah Indonesia pernah mengalami situasi seperti itu.

Reformasi 1998 dan Letupan Kemarahan Publik

Ada pelajaran penting dari Reformasi 1998 yang seharusnya tidak dilupakan siapa pun yang berada dekat dengan kekuasaan.

Reformasi 98 tidak lahir tiba-tiba.

Ia bermula dari letupan-letupan kecil: harga kebutuhan pokok yang naik, keresahan mahasiswa, kritik intelektual, kemarahan masyarakat bawah, hingga ketidakpercayaan publik terhadap elite politik.

Awalnya semua tampak kecil dan terpisah.

Namun ketika rasa kecewa itu berkumpul menjadi satu gelombang besar, kekuasaan yang terlihat kuat pun akhirnya runtuh.

Karena itu, ancaman terhadap kritik politik tidak boleh dianggap sepele.

Jangan sampai suara-suara kecil yang hari ini diabaikan justru tumbuh menjadi akumulasi kemarahan sosial yang besar seperti Reformasi 1998.

Sebab rakyat mungkin diam untuk sementara waktu. Tetapi rasa kecewa tidak pernah benar-benar hilang.

Ia hanya mengendap, menunggu momentum.

Ketika Ormas dan Kekuasaan Terlalu Dekat

Polemik Hercules ancam Amien Rais akhirnya membuka kembali diskusi lama tentang hubungan ormas dan kekuasaan.

Negara demokrasi membutuhkan organisasi masyarakat yang sehat, kritis, dan berpihak pada kepentingan publik. Bukan ormas yang justru menjadi alat tekanan terhadap suara berbeda.

Kekuasaan juga perlu berhati-hati.

Sebab pembiaran terhadap intimidasi politik hanya akan memperbesar ketidakpercayaan masyarakat. Publik bisa merasa bahwa hukum tidak lagi berdiri netral, melainkan tunduk pada kedekatan politik.

image_print

1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.