Ironisnya, rakyat Jember itu pekerja keras. Ada petani tembakau yang kulitnya dibakar matahari. Ada pedagang pasar yang bangun sebelum ayam sempat nguap.
Ada ibu-ibu antre BPJS sambil gendong anak demam. Mereka semua berharap wakilnya serius memperjuangkan nasib rakyat.
Eh, wakilnya malah sibuk nge-push trofi.
Kalau begini terus, jangan heran suatu hari rapat paripurna berubah format jadi turnamen Mobile Legends. Sidang dibuka palu ketua dewan, “Agenda hari ini membahas APBD dan push rank menuju Mythic.”
Jember yang terkenal dengan karnaval megah kini malah punya pertunjukan baru, wakil rakyat merokok sambil main game ketika rakyat sedang bicara penderitaan.
Ini bukan satire. Ini kenyataan yang terlalu absurd sampai terasa seperti skenario sinetron yang ditulis kambing habis makan kabel WiFi.
Wakil rakyat mestinya jadi teladan. Bukan jadi badut digital di tengah rapat penderitaan rakyat.
Karena ketika rakyat lapar, sakit, dan susah berobat, lalu yang mereka lihat cuma asap rokok dan layar Clash of Clans, kepercayaan publik runtuh lebih cepat dari base TH7 diserang 20 barbarian.
(Ketua Satupena Kalbar)














































































































Komentar Terbaru