Menurutnya, meski perintah itu terasa berat dan di luar nalar manusia, Nabi Ibrahim AS tetap menjalankannya dengan penuh keikhlasan setelah meyakini bahwa perintah tersebut datang dari Allah SWT.
Selain itu, ia juga mengangkat kisah Nabi Musa AS dan Nabi Khidir AS yang sarat hikmah tentang pentingnya memahami bahwa ketentuan Allah SWT terkadang tidak selalu dapat dipahami secara rasional oleh manusia.
“Begitulah ibadah. Kadang tidak masuk logika manusia, tetapi jika itu perintah Allah SWT, maka di situlah letak penghambaan dan ketaatan kita,” katanya.
Di akhir khutbahnya, Mizaj Iskandar mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Idul Adha sebagai momentum meningkatkan keikhlasan dalam beribadah dan memperbanyak amal kurban.
“Allah tidak melihat pada hewan kurban yang kita sembelih, tetapi melihat keikhlasan dan ketakwaan hambanya. Idul Adha adalah hari ketika kita menumpahkan darah hewan kurban semata-mata karena perintah Allah SWT,” pungkasnya.
Sementara itu, panitia kurban Gampong Tanjong Seulamat mencatat jumlah hewan kurban tahun ini mencapai 20 ekor sapi dan 17 ekor kambing yang berasal dari partisipasi masyarakat setempat sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.[]










































































































