“Tim juga mengamankan barang bukti di antaranya ada 7 mobil, kemudian ada 15 motor, dan juga 11 sepeda ya diantaranya 6 MTB dan juga 4 Brompton. Selain itu juga tim mengamankan logam mulia dalam bentuk emas ada sekitar ratusan gram,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Juang KPK, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
KPK menekankan operasi ini tidak terbatas di Jakarta saja. KPK terus melakukan pengejaran di beberapa wilayah lain, termasuk Bali dan Jawa Barat. Hal ini demi menghimpun bukti-bukti tambahan atas praktik haram dari pengurusan keimigrasian itu.
“Kasus ini masih terkait dengan proses keimigrasian. Tim masih berada di beberapa titik karena biasanya proses-proses (perizinan) itu melibatkan beberapa lokasi,” ujar Budi.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Komjen Agus Andrianto angkat bicara mengenai kabar OTT KPK menyasar pegawai kantor Imigrasi Jakarta Barat. Agus mengaku menghormati proses hukum yang berlaku.
“Kita hormati proses Hukum yg berjalan, arahan kita jelas,” kata Agus kepada Republika, Rabu (3/6/2026).
Agus mengimbau masyarakat menunggu kabar lebih lanjut dari KPK selaku pihak yang menggelar OTT. “Kita tunggu aja release dari sana ya (KPK),” ujar Agus.
Sedangkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah menghormati proses hukum terhadap Silmy Karim yang telah menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis. Selain itu, Prasetyo juga menyinggung penetapan tersangka terhadap mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Kejaksaan Agung pada Rabu (3/6).
“Tentunya pemerintah menghormati proses hukum yang sedang dijalankan oleh aparat penegak hukum baik Kejaksaan maupun KPK,” kata Prasetyo dalam pernyataan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Kamis.
Prasetyo mengatakan pemerintah dalam dua hari terakhir merasa prihatin atas terjadinya kasus-kasus tersebut.
Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan terus mengingatkan seluruh jajaran pemerintah untuk membenahi diri serta melawan praktik-praktik korupsi dalam menjalankan tugas sehari-hari.
“Tidak bosan-bosan dalam berbagai kesempatan Bapak Presiden selalu mengingatkan kita semua untuk marilah membenahi diri dan melawan praktik-praktik korupsi di dalam menjalankan tugas sehari hari,” ujarnya.
Prasetyo juga menyampaikan bahwa terkait jabatan Wamen Imipas yang melekat kepada Silmy saat ini, hal tersebut akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ia menambahkan pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto untuk memastikan peristiwa tersebut tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.





















































































Beri Komentar