UPDATE

SPORT
SPORT

Ketua DPRK Banda Aceh Lepas SSB Barona dan Lambhuk FA ke Festival Piala Presiden 2026

BANDA ACEH – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, secara resmi melepas dua tim sepak bola usia dini asal Banda Aceh, SSB Barona dan Lambhuk Football Academy (FA), yang akan berlaga pada Festival Piala Presiden 2026 di Yogyakarta.

Prosesi pelepasan berlangsung di Rumah Dinas Ketua DPRK Banda Aceh, Sabtu (4/7/2026), dan dihadiri manajemen kedua tim, para pemain, serta orang tua. Suasana acara berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Advertisements

Sebelum keberangkatan, Irwansyah menyempatkan diri berdialog dengan para pemain. Ia memberikan motivasi agar mereka mampu menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mengharumkan nama Banda Aceh dan Aceh di tingkat nasional.

Menurut Irwansyah, keikutsertaan SSB Barona dan Lambhuk Football Academy bukan sekadar mewakili Kota Banda Aceh, tetapi juga membawa nama baik Aceh. Kedua tim berhak tampil di Festival Piala Presiden 2026 setelah berhasil meraih gelar juara pada kompetisi tingkat provinsi.

Advertisements

Dalam arahannya, Irwansyah mengingatkan para pemain agar tetap fokus sepanjang pertandingan dan tidak larut dalam euforia ketika sedang unggul.

“Walaupun nanti sudah unggul dengan selisih gol yang besar, jangan sampai kehilangan konsentrasi. Lawan akan terus berusaha memanfaatkan setiap kelengahan untuk membalikkan keadaan,” ujarnya.

Ia menilai seorang pesepak bola harus mampu menjaga konsentrasi hingga wasit meniup peluit panjang sebagai tanda berakhirnya pertandingan.

Menurutnya, banyak pertandingan internasional yang menunjukkan sebuah tim gagal mempertahankan keunggulan karena kehilangan fokus pada menit-menit akhir.

“Karena itu, tetaplah fokus hingga peluit akhir dibunyikan dan selalu ikuti arahan pelatih selama pertandingan maupun sepanjang turnamen berlangsung,” pesannya.

Irwansyah juga mengingatkan para pemain agar belajar dari berbagai pengalaman pertandingan dunia.

“Kita jangan menjadi Senegal baru. Mari belajar dari pertandingan Senegal melawan Belgia di Piala Dunia. Mereka sudah unggul 2-0 dan berada di ambang kemenangan, tetapi pada menit-menit akhir lawan mencetak tiga gol, membalikkan keadaan, dan Senegal tersingkir,” katanya.

Selain memberikan motivasi mengenai pertandingan, Irwansyah juga berpesan agar para pemain selalu menjunjung tinggi sportivitas, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Ia mengatakan para pemain boleh memiliki idola di dunia sepak bola, namun tidak boleh merendahkan ataupun mencaci pemain lain.

“Ambillah prestasi dan hal-hal positif dari pemain yang diidolakan, tanpa harus menghina, membully, atau merendahkan pemain lain,” ujarnya.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.