SPPG Jember Bangsalsari Karangsono, RT 002 RW 007, Dusun Begelenan, Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari kini dihentikan sementara. Kata sementara kembali menjadi obat penenang terdengar semakin hambar.
Sebab masyarakat sudah terlalu sering mendengarnya. Setelah itu biasanya datang evaluasi, rapat, konferensi pers, lalu perlahan semuanya tenggelam hingga kabar keracunan berikutnya kembali muncul.
Inilah ironi yang paling menyakitkan. Program yang lahir dengan nama “Makan Bergizi Gratis” justru berkali-kali menghadirkan trauma bagi anak-anak yang paling membutuhkan perlindungan. Mereka datang ke sekolah membawa mimpi, tetapi pulang membawa infus. Mereka ingin belajar mengejar cita-cita, tetapi lebih dulu dipaksa melawan rasa mual dan sakit perut.
Semoga seluruh korban segera pulih. Namun lebih dari itu, semoga ini benar-benar menjadi tragedi terakhir. Sebab jika setelah pergantian pejabat, evaluasi total, dan segala janji perbaikan, kisah seperti ini masih terus terulang, maka yang sedang sakit bukan sekadar makanan di dalam omprengan. Yang sedang sakit adalah kepercayaan rakyat yang setiap hari semakin kehilangan tenaga untuk berharap.
“Bang, pemilik SPPG itu apa tak belajar dari keracunan sebelumnya. Mestinya sudah tak ada lagi.”
“Mereka hanya incar untung. Bodo amat anak orang keracunan.”
Wartawan senior
















































































































