“Well, cukup banyak yang bilang, tapi saya tidak pernah lihat aturannya secara langsung. Jadi, saya mau tahu … dan ternyata memang tidak ada aturan tertulisnya,” tulis Wafa.
Dalam ceritanya, Wafa menyebut peserta berjilbab tetap diberikan kesempatan dan difasilitasi selama mengikuti proses seleksi.
Namun, menurut pengakuannya, kondisi berbeda berlaku setelah peserta dinyatakan lulus menjadi mahasiswa.
“Hijabers memang diberi kesempatan dan difasilitasi selama mengikuti tes, tetapi tidak diberi pilihan setelah dinyatakan lulus menjadi mahasiswa. Pilihan yang ada bagi kami hanya lepas atau mundur. Saya memilih opsi kedua. Bukan alasan yang ‘cuma itu’. Menurut saya, hijab adalah kehormatan para muslimah; hijab adalah pilihan saya sebagai manusia yang merdeka,” tulisnya.
Wafa kemudian menguraikan sejumlah peristiwa yang menurutnya berkaitan dengan ketentuan melepas jilbab tersebut selama proses seleksi.
Disebut dalam Wawancara Akademik
Wafa menyebut pembicaraan mengenai jilbab salah satunya terjadi saat wawancara akademik pada 7 Juni 2026.
Menurut ceritanya, wawancara tersebut berlangsung di Ruangan Wawancara Akademik dan dihadiri dirinya, seorang yang disebut sebagai petinggi FKM, serta dua perempuan yang ia sebut sebagai Ibu A dan Ibu C.
Wafa menuliskan percakapan dengan Ibu C mengenai kesiapannya melepas jilbab.
Ibu C: “Kamu kayaknya belum siap kalau harus lepas jilbab ya?”
Wafa: “Iya, ortu saya juga tidak mengizinkan.”
Ibu C: “Begitu, ya. Sebelumnya sudah tahu belum?”
Wafa: “Pernah dengar.”
Ibu C: “Terus, kenapa masih lanjut (tes pusat)?”
Wafa: “Saya pikir sudah ada kebijakan baru.”
Petinggi FKM: “Hmm, kalau belum ada gimana dong?”
Wafa: “… berarti memang harus lepas jilbab dan belum ada kebijakan baru, ya?”
Petinggi FKM/Ibu C: “Ya, belum ada.”https://www.BANDA ACEH/”Iya, aturannya begitu.”
Disampaikan Saat Apel Malam
Wafa juga menceritakan peristiwa saat apel malam pada 7 Juni 2026 di Lapangan Mess Srikandi.
Dalam unggahannya, Wafa menyebut seorang pengawas berjilbab bertanya kepada calon kadet putri mengenai kesediaan mereka melepas jilbab apabila dinyatakan lolos.
Pengawas: “Untuk cakadet yang berjilbab, apabila nanti kalian lolos, bersedia melepas jilbab?”
Cakadet Putri: “SIAP, BERSEDIA!”
Pengawas: “Kalian mau melepas jilbab kalian?”
Cakadet Putri: “SIAP, MAU!”
Pengawas: “Siap nanti rambutnya dipotong laki?”
Cakadet Putri: “SIAP!”
Wafa menambahkan dalam unggahannya bahwa seluruh pengawas dan panitia penerimaan mahasiswa baru (PMB) yang berada di sana merupakan anggota TNI aktif.
Calon Kadet Disebut Mengundurkan Diri
Cerita mengenai ketentuan melepas jilbab kembali disampaikan Wafa ketika mengikuti tes kesehatan umum pada 8 Juni 2026 di Aula Merah Putih.


















































































































Komentar Terbaru