Ia menuliskan pernyataan seorang pengawas yang disebutnya nonmuslim kepada kelompok calon kadet.
“Hari ini ada tuh, ‘kan, temen kelompok kalian? mengundurkan diri gara-gara ga siap lepas jilbab. Emangnya kalian ga tau? Harusnya udah tahu dari awal kan? Nanti, kalau udah diterima, ga boleh pakai jilbab. Jadi, kl udah di sini harus siap lepas jilbab. Sayang, udah nyampe sini. Tapi kalau memang belum siap, mending mengundurkan diri dari sekarang.”
Menurut Wafa, pada hari tersebut memang ada seorang calon kadet putri berjilbab di Jurusan Kedokteran yang mengundurkan diri dengan alasan tersebut.
Pesan Saat Apel Pagi
Wafa kembali mencatat pembicaraan mengenai jilbab saat apel pagi pada 24 Juni 2026 di Lapangan Mess Srikandi.
Saat itu, menurut Wafa, seorang pengawas berjilbab menyampaikan kepada Kadet Putri Cohort 7 bahwa mereka yang berjilbab tidak lagi mengenakan jilbab mulai sore karena rambut akan dipotong.
“Untuk yang berjilbab, berarti mulai sore nanti kalian sudah tidak memakai jilbab lagi karena rambut kalian akan dipotong. Nggak apa-apa ya, insyaAllah, Allah Maha Tahu niat kita di sini untuk belajar,” demikian pernyataan pengawas sebagaimana dituliskan Wafa.
Dalam bagian yang diberinya keterangan “Aturan Lepas Jilbab #Bonus”, Wafa juga menceritakan pengarahan kegiatan pada 24 Juni 2026 di Aula Merah Putih.
Ia menuliskan pernyataan Ketua Pengawas PMB yang disebutnya sebagai pria nonmuslim.
“Semalam, beberapa kadet putri sudah ada yang memilih melepas jilbabnya dan langsung memotong rambutnya. Ya, itu pilihan mereka ya.”
Sempat Jadi Kadet Mahasiswa Selama 15 Jam
Dalam unggahannya, Wafa mengatakan awalnya tidak terpikir untuk mendaftar ke UNHAN karena tengah sibuk mempersiapkan sejumlah ujian.
Keputusan untuk mencoba mengikuti penerimaan mahasiswa baru UNHAN muncul setelah ibunya mengirimkan informasi pendaftaran.
Ibunya, menurut Wafa, memang menginginkan salah satu anaknya menjadi tentara.
Wafa kemudian tertarik karena UNHAN memiliki Jurusan Kedokteran Militer.
“Sebenarnya, dari awal saya nggak kepikiran untuk daftar ke UNHAN karena saya pikir saat itu sudah terlalu sibuk dengan persiapan ujian-ujian mendatang,” tulis Wafa.
“Namun, takdir berkata lain, ibu saya yang memang ingin anaknya ada yang jadi tentara mengirim informasi bahwa UNHAN sedang membuka penerimaan mahasiswa baru. Saya pun tertarik karena ada jurusan Kedokteran Militer.”
Wafa akhirnya menyiapkan berkas persyaratan administrasi dan mengikuti proses pendaftaran.
Ia berhasil melewati sejumlah tahapan seleksi hingga mendapatkan kesempatan mengikuti tes tingkat pusat.


















































































































Komentar Terbaru