UPDATE

NASIONAL

‘Saya Warga Sini, tapi Tetap Dikeroyok’, Kesaksian Faturrohman Korban Kericuhan Pejompongan

Di sisi lain, Polda Metro Jaya telah menetapkan 45 orang sebagai tersangka dalam kasus kericuhan setelah demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan penetapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil penyidikan, alat bukti, dan pemeriksaan saksi.

“Dari hasil penyidikan tersebut, berdasarkan alat bukti dan saksi yang kami lakukan pemeriksaan dalam proses penyidikan, saat ini kami sudah menetapkan 45 orang sebagai tersangka,” kata Iman, Jumat (28/8/2026).

Para tersangka disebut terbagi dalam enam klaster, antara lain anak di bawah umur, kelompok perusuh, perusak fasilitas umum, pihak yang melakukan pembiayaan, hingga perekrut massa.

Awal Mula Demonstrasi

Demonstrasi di depan Gedung MPR/DPR RI digelar sejumlah elemen masyarakat pada Kamis (27/8/2026).

Aksi awalnya dilakukan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dengan tuntutan terkait percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset.

Aksi tersebut sempat berlangsung kondusif hingga massa membubarkan diri pada siang hari setelah bertemu dengan perwakilan DPR.

Tiga Wakil Ketua DPR RI, yakni Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, dan Cucun Ahmad Syamsurijal, menemui perwakilan AMPB di kompleks parlemen.

Dalam pertemuan tersebut, AMPB mendesak DPR mempercepat pengesahan RUU Perampasan Aset.

Mereka juga meminta pimpinan DPR bersedia mundur dari jabatan sekaligus keanggotaan DPR apabila RUU tersebut tidak disahkan menjadi undang-undang paling lambat 15 Desember 2026.

Pada malam harinya, sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat kembali mendatangi kawasan Gedung DPR RI dan bertahan hingga malam.

Polisi kemudian membubarkan massa menggunakan water cannon setelah aksi berkembang menjadi perusakan dan pembakaran sejumlah fasilitas publik.

Massa kemudian terpecah ke sejumlah titik, termasuk Slipi dan Pejompongan.

Kericuhan berlangsung hingga Jumat (28/8/2026) pagi. Sejumlah fasilitas publik mengalami kerusakan, termasuk pos polisi di kawasan Slipi yang dirusak dan dibakar.

Dua sepeda motor di kawasan Pejompongan juga dilaporkan dibakar, sementara sejumlah kendaraan lainnya mengalami kerusakan

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.