“Sebenarnya karena keresahan guru dan masyarakat, itu akhirnya timbul inisiatif untuk membongkar perilaku kepala sekolah itu,” kata Saim.
Kini Keduanya Telah Dimutasi di Sekolah
Kasus tersebut akhirnya mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid, sebelumnya membenarkan bahwa kedua orang dalam rekaman tersebut merupakan kepala sekolah dan guru.
Keduanya juga diketahui telah memiliki rumah tangga masing-masing.
Sebagai tindak lanjut, keduanya kini sudah tidak lagi bertugas di sekolah tersebut.
Kepala sekolah ditempatkan di Dinas Pendidikan, sedangkan guru perempuan tersebut dipindahkan ke sekolah lain.
Kasus yang bermula dari kecurigaan warga ini pun kini menjadi pelajaran pahit bagi lingkungan pendidikan.
Dari pintu ruangan yang sering tertutup, dua sepeda motor yang masih terparkir selepas jam sekolah, hingga sebuah kamera kecil yang diselipkan di balik celah atap semuanya menjadi rangkaian yang akhirnya membuka dugaan perilaku terlarang yang sebelumnya hanya menjadi bahan pembicaraan.
Namun, di balik viralnya kasus tersebut, muncul persoalan lain yang tak kalah penting: bagaimana menjaga lingkungan sekolah tetap menjadi ruang yang aman, profesional, dan pantas bagi para siswa.


















































































































