Warganet lain menyinggung kontradiksi antara video yang beredar, kehadiran massa berikat kepala, dan pernyataan polisi. Ada yang menilai penutupan wajah dan pengakuan pelaku sendiri sebagai cara meredam isu keterlibatan kelompok tertentu. Video kekerasan sempat viral lalu sebagian dihapus, yang juga menambah ketidakpercayaan.
Keluarga dan warga Pejompongan sebelumnya mendorong pengusutan tuntas karena wajah pelaku sempat terekam. Polisi menyatakan penyidikan masih berlanjut, termasuk soal aktor intelektual kerusuhan 27 Agustus.