UPDATE

NASIONAL
NASIONAL

Siswa SD di Lampung Meninggal Gegara Tersedak Biji Kelengkeng MBG

Prenanta juga mengatakan Reyhan dinyatakan meninggal setelah tiba di rumah sakit.

“Sesampainya di ruang UGD dan dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis dan korban dinyatakan meninggal dunia,” kata Prenanta.

Jenazah Reyhan kemudian dibawa ke rumah duka.

Menurut Heri, korban dimakamkan sekitar pukul 11.00 WIB di pemakaman setempat.

“Prosesi pemakaman dihadiri oleh jajaran Muspika termasuk Camat, Kapolsek Kalirejo, Kepala Kampung, serta jajaran guru dan warga sekitar,” ujar dia.

Guru sebelumnya sudah mengimbau siswa

Heri mengatakan pihak sekolah sebenarnya telah mengingatkan siswa agar tidak langsung mengonsumsi makanan MBG yang baru dibagikan.

Saat kejadian, sekolah juga tengah menggelar kegiatan ekstrakurikuler.

Guru pendamping disebut telah melakukan pengawasan, tetapi jumlah siswa yang mencapai puluhan membuat pengawasan tidak dapat dilakukan terhadap setiap anak secara terus-menerus.

“Guru pendamping sudah mengawasi dan mengimbau agar makanan dikonsumsi nanti. Namun namanya anak-anak, dengan jumlah puluhan anak dan pengawas terbatas, begitu melihat kelengkeng mereka senang,” ungkap Heri.

Dalam keterangan lainnya, Heri menjelaskan bahwa pihak sekolah dan guru sebelumnya juga meminta siswa menyimpan makanan terlebih dahulu.

“Dalam paket menu yang dibagikan pagi itu, terdapat buah kelengkeng sebagai pencuci mulut. Pihak sekolah dan dewan guru sebenarnya telah mengimbau serta mengawasi para siswa agar makanan tersebut disimpan terlebih dahulu dan baru dikonsumsi pada waktunya,” ujar Heri, Selasa (22/9).

Menurut Heri, Reyhan kemudian menyantap kelengkeng sambil bermain bersama teman-temannya hingga akhirnya tersedak.

Polisi periksa saksi

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui rangkaian peristiwa yang menyebabkan Reyhan meninggal dunia.

Sejumlah saksi juga dimintai keterangan.

Prenanta mengatakan, keluarga korban menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah Reyhan.

Setelah pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Sementara itu, Kesubag Tata Usaha KPPG Bengkulu-Lampung Fitra Alfarisi mengatakan pihaknya telah menerima laporan mengenai kejadian tersebut.

Namun, pihaknya belum memberikan penjelasan lebih jauh karena masih menunggu arahan pemerintah pusat.

“Iya, sudah ada laporan terkait peristiwa tersebut, namun kami belum bisa berkomentar banyak karena masih menunggu arahan dari pusat,” kata Fitra saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa.

Heri mengatakan kejadian tersebut membuat para guru terpukul.

Ia berharap insiden itu menjadi bahan evaluasi bersama, khususnya dalam pengawasan dan cara siswa mengonsumsi makanan di lingkungan sekolah.

image_print
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.