UPDATE

NASIONAL
NASIONAL

“Ya Tuhan, Utus Aku untuk Memerangi Islamis”, Pidato Rasis Menteri Perang AS Picu Kemarahan

Para komentator menegaskan bahwa militer Amerika Serikat mengabdi kepada konstitusi, bukan kepada kelompok atau kepentingan agama tertentu.

Semua personel militer, baik Kristen, Yahudi, Muslim, Hindu maupun ateis, harus diperlakukan secara setara.

Mereka menekankan bahwa dukungan pemerintah terhadap satu agama tertentu tidak memiliki kaitan dengan kebebasan beragama.

Dalam konteks yang sama, seorang komentator perempuan mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap arah kebijakan tersebut.

Menurutnya, kebebasan beragama tercermin dalam perlindungan terhadap hak setiap individu untuk menjalankan keyakinannya ataupun memilih untuk tidak menjalankannya, bukan dengan mengangkat keyakinan tertentu sebagai identitas resmi bangsa.

Ia menambahkan bahwa Amandemen Pertama Konstitusi Amerika Serikat justru dirancang untuk melindungi agama, terutama dengan mencegah pemerintah mencampuri urusan agama.

Menurutnya, keimanan tidak membutuhkan kekuatan negara untuk memaksakannya. Seseorang tetap dapat mencintai Tuhan sekaligus mendukung pemisahan antara gereja dan negara.

image_print
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.