UPDATE

LINGKUNGAN
LINGKUNGAN

Satu Hari di Jakarta, Berbulan-bulan di Hutan: Soal Konsentrasi Kekuatan Negara

Pompa, selang, dan helikopter tidak bisa diadakan dan dikirim dalam semalam. Ada pengadaan, distribusi, operator terlatih, dan pasokan bahan bakar yang harus siap jauh hari. Kalau yang kurang justru pompa dan helikopter, maka pertanyaan tentang prioritas anggaran dan kesiapsiagaan jauh lebih tepat daripada pertanyaan tentang jumlah orang.

Ada satu perbedaan lagi yang sulit dijadikan dalih. Demonstrasi biasanya diketahui tanggal dan lokasinya, sehingga negara bisa merencanakan. Karhutla pun sebenarnya bisa diprediksi: musim kemarau datang setiap tahun dan daerah rawannya sudah dikenal.

Jika peristiwa yang terjadwal bisa disiapkan sematang itu, ancaman yang berulang setiap tahun semestinya tidak lagi mengagetkan siapa pun. Kalau masih mengagetkan, itu bukan kejutan, melainkan kelalaian.

Pelajaran dari pengamanan demo justru terletak pada perencanaan: titik dipetakan, personel dikoordinasikan, jalur diatur sebelum massa datang. Pola itu perlu diterapkan pada karhutla, yakni patroli di desa rawan, pembasahan gambut, sekat kanal, dan penegakan hukum terhadap pembakar lahan, termasuk korporasi.

Penegakan hukum yang konsisten bukan pelengkap. Tanpa efek jera, pemadaman hanya akan menjadi siklus tahunan yang menguras tenaga dan anggaran tanpa pernah menyentuh sumber masalah.

Kesiapsiagaan harus dimulai sebelum musim kemarau, bukan setelah asap menutup kota hingga menyelimuti Indonesia. Ketika kabut sudah menutupi permukiman, sekolah, dan jalur penerbangan, harga yang ditanggung warga sudah telanjur mahal, dari kesehatan sampai ekonomi. Dan warga yang menanggungnya bukan mereka yang membuat keputusan.

Mengamankan demonstrasi mahasiswa adalah tugas yang sah, dan ketertiban publik memang penting. Tetapi ukuran keseriusan negara bukan hanya berapa banyak personel yang bisa dikerahkan, melainkan seberapa cepat dan terukur kekuatan itu bekerja ketika ancamannya diam-diam membakar hutan.

Jika koordinasi sebesar itu bisa dirancang dalam sehari untuk Jakarta, hutan Indonesia pantas mendapat kesungguhan yang sama sebelum api menyala, bukan sesudah jutaan hektare menjadi arang.(*)

Daftar Sumber

  • Okezone, “14 Ribu Petugas Gabungan Amankan Demo 28 Oktober di DPR dan Bundaran HI” (28/10/2026)
  • BeritaNasional.com, “TNI-Polri Kerahkan 14.258 dan Ribuan Personel Tangani Karhutla” (1/10/2026, keterangan Kemenko Polkam)
  • CNN Indonesia, “TNI Kerahkan 14 Ribu Prajurit Bantu Lawan Karhutla” (21/8/2026, siaran pers Puspen TNI)
  • ANTARA Babel, “TNI kerahkan 14.167 Personel tangani karhutla di seluruh Indonesia”
  • Investortrust, “Pemprov Kalteng Tangani 4.499 Hektare Lahan Terbakar, Minta Tambah Helikopter”
  • Investortrust, “Prabowo Kerahkan 1.200 Prajurit TNI Tambahan dari Jawa”
  • Kemhan RI, “Menhan Hadiri Rapat Evaluasi Penanganan Karhutla dan Pemulihan Pascagempa NTT”
Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.