Namanya juga tercatat dalam operasi penangkapan Ali Imron, terpidana kasus terorisme yang terlibat dalam pengeboman Bali pada 2002.
Dalam operasi tersebut, Marthinus bekerja bersama Irjen Pol (Purn) Carlo Brix Tewu di Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Marthinus Hukom lahir pada 30 Januari 1969. Ia menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian pada 1988–1991, kemudian melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 1999–2001.
Setelah menyelesaikan pendidikan PTIK, ia mengikuti pendidikan Sespimpol pada 2005. Pada 2008, Marthinus memperdalam keahlian intelijen melalui Intelligence Analyst Course dan Major Case Management Course di Filipina.
Pendidikan akademiknya berlanjut melalui Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LIV Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) pada 2016.
Ia juga menempuh Program Pascasarjana Kajian Strategi Intelijen Universitas Indonesia pada 2015–2018 serta pendidikan Magister Kajian Ketahanan Nasional di kampus yang sama.
Selain itu, Marthinus tercatat menempuh Program Doktor Filsafat Terorisme di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta, sejak 2020.
Marthinus mengawali karier kepolisian sebagai perwira pertama di Polda Jawa Barat pada 1992. Pada tahun yang sama, ia bertugas di Polres Purwakarta dan dipercaya menjadi Kepala Satuan Sabhara.
Pada 1994, ia menjabat Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Purwakarta. Kariernya kemudian berlanjut di lingkungan Polda Jawa Barat dan Polda Metro Jaya dengan sejumlah posisi di bidang reserse dan operasional.
Pada 2006, ia bertugas di Mabes Polri sebagai Penyidik Madya Unit V Dit I/Kam dan Trannas Bareskrim Polri.
Pada 2010, Marthinus ditunjuk sebagai Direktur Intelijen Densus 88 Antiteror Polri. Lima tahun kemudian, ia menjabat Wakil Kepala Densus 88.
Setelah sempat bertugas sebagai perwira menengah dan perwira tinggi di lingkungan Densus 88, Marthinus kembali dipercaya menjadi Wakil Kepala Densus 88 pada 2020.
Pada 2021, ia diangkat menjadi Kepala Densus 88 Antiteror Polri. Kemudian pada 2023, ia mendapat penugasan sebagai Kepala BNN.
Dalam perjalanan kariernya, Marthinus menerima sejumlah penghargaan, antara lain Satyalancana Ksatria Bhayangkara, Satyalancana Bhakti Pendidikan, Satyalancana Bhakti Buana, Satyalancana Dharma Nusa, dan Satyalancana Operasi Kepolisian.
Penghargaan dari luar negeri yang tercatat dalam riwayatnya antara lain Medal of Merit dari Timor Leste pada 2011 dan Australian Federal Police Partnership Medal pada 2022.
Ia juga memperoleh kenaikan pangkat luar biasa, yakni dari Ajun Komisaris menjadi Komisaris pada 2002, dari Komisaris menjadi Ajun Komisaris Besar pada 2005, serta dari Ajun Komisaris Besar menjadi Komisaris Besar pada 2010.



















































































































Komentar Terbaru