UPDATE

EDUKASI
EDUKASI

Olah Daun Kari Jadi Bumbu Tabur Instan, Tim PPG USK Raih Juara II Terbaik Gelar Karya Projek Kepemimpinan

BANDA ACEH – Inovasi pengolahan daun kari menjadi bumbu tabur instan mengantarkan Tim Seni Budaya dan Kuliner Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Syiah Kuala (USK) meraih Juara II Terbaik dalam Gelar Karya Projek Kepemimpinan PPG USK, Senin (2/11/2026).

Tim tersebut berhasil meraih posisi kedua terbaik dari 12 tim peserta melalui proyek bertajuk “Inovasi Pengolahan Daun Kari Menjadi Bumbu Tabur Instan, Praktis dan Bernilai Ekonomis”. Hasil karya itu dipamerkan di Lantai 1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USK, Banda Aceh.

Inovasi ini berangkat dari upaya mengoptimalkan potensi bahan lokal, khususnya daun kari yang selama ini lebih dikenal sebagai bahan pelengkap masakan tradisional. Melalui proses pengolahan dan pengembangan produk, daun kari diolah menjadi bumbu tabur instan yang praktis, memiliki cita rasa khas, serta berpotensi menjadi alternatif penyedap dan pelengkap berbagai jenis makanan.

Tidak hanya berorientasi pada pengembangan produk, proyek ini juga mengedepankan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pengolahan daun kari. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 26 September 2026 dengan melibatkan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Tanjong Deah, Kabupaten Aceh Besar.

Dalam kegiatan itu, tim memperkenalkan potensi daun kari sebagai bahan baku inovasi kuliner sekaligus memperagakan tahapan pengolahannya menjadi bumbu tabur instan. Antusiasme peserta terlihat dari ketertarikan mereka terhadap proses pembuatan dan peluang pemanfaatan bahan lokal yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Respons positif masyarakat menjadi salah satu indikator bahwa inovasi tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Selain memberikan alternatif pemanfaatan bahan pangan lokal, produk ini juga membuka peluang usaha baru yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Ketua PPG Universitas Syiah Kuala, Drs. Abu Bakar, M.Si., berharap inovasi bumbu tabur instan berbahan daun kari tersebut tidak berhenti pada kegiatan gelar karya. Menurutnya, produk ini perlu terus dikembangkan, terutama dari sisi kualitas, kemasan, standardisasi produksi, dan strategi pemasaran agar mampu bersaing serta berpeluang menjadi produk unggulan berbasis kearifan lokal.

Ia juga berharap pengalaman dalam proyek tersebut dapat menjadi bekal bagi mahasiswa PPG untuk membangun jiwa kepemimpinan, kreativitas, kemampuan bekerja sama, serta kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.

Senada dengan itu, pembimbing proyek, Laili Suhairi, S.Pd., M.Si., menekankan pentingnya keberlanjutan inovasi, baik dalam peningkatan kualitas produk maupun pemanfaatannya di tengah masyarakat.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.