UPDATE

OPINI
OPINI

Makar: Habisi Presiden Prabowo, Gibran Naik Jadi Presiden, Strategi Terakhir?

Jika muncul skenario penghilangan nyawa Presiden Prabowo, dengan tujuan agar Wakil Presiden Gibran menggantikannya, maka persoalannya bukan lagi sekadar perebutan pengaruh politik biasa.

Dugaan itu merupakan ancaman serius terhadap keselamatan kepala negara, konstitusi, dan keberlangsungan demokrasi.

Secara konstitusional, apabila Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatan, Wakil Presiden menggantikannya sampai habis masa jabatan.

Setiap dugaan yang mengarah pada upaya kekerasan untuk mengubah kepemimpinan nasional harus diperiksa secara sungguh-sungguh.

Apakah dugaan tersebut memiliki kaitan dengan perkara penyadapan yang kini sedang dipersoalkan? Apakah ada hubungan dengan kepentingan politik tertentu? Ataukah terdapat motif lain yang belum terungkap? Semua itu menjadi pekerjaan rumah bagi aparat penegak hukum.

Terbongkarnya dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo, apabila terbukti, tentu menjadi momentum penting untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan kepentingan yang lebih luas.

Jangan sampai proses hukum hanya berhenti pada orang-orang yang berada di lapangan, sementara pihak yang diduga memiliki peran lebih besar justru tidak tersentuh. Kini publik menunggu sejauh mana proses hukum terhadap para pihak yang terlibat mampu membuka tabir persoalan ini.

Jika dalam proses hukum ditemukan bukti bahwa Jokowi atau pihak lain memiliki keterlibatan dalam suatu perencanaan kejahatan, maka negara wajib meminta pertanggungjawaban mereka sesuai hukum yang berlaku.

Negara tidak boleh kalah oleh kekuasaan. Hukum tidak boleh tunduk kepada loyalitas politik. Itulah prinsip dasar negara hukum yang harus tetap dijaga.

Ahmad Basri: Ketua Kajian Kritis Kebijakan Publik Pembangunan – K3PP

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.