UPDATE

OPINI
OPINI

Menyandingkan Posisi Pemimpin Eropa Terhadap Ukraina Dengan Para Pemimpin Arab Terhadap Palestina

DONALD TRUMP mengunggah foto Instagram yang memperlihatkan pertemuannya dengan tujuh sekutu utama Eropa di ruang Oval. Tampak di dalamnya Giorgia Meloni, Ursula von der Leyen, Friedrich Merz, Emmanuel Macron, Alexander Stubb, Velodymyr Zelensky dan Mark Rutte. Duduk di kursi yang telah ditarik mengelilingi meja kopi, Perdana Menteri Italia. Berbagai penasihat berkumpul di kursi di belakang meja itu, termasuk Wakil Presiden AS JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Pada Senin 18 Agustus 2025 sejumlah pemimpin Eropa melakukan lawatan ke Washington menemui Presiden AS Donald Trump. Para Pemimpin Jerman, Inggris, Prancis, Italia, Finlandia, Sekretaris NATO dan Uni Eropa mendampingi Presiden Ukraina Volodymr Zelensky untuk meminta Trump agar mengatur pertemuan trilateral antara Trump, Zalensky dan Putin guna membahas kelanjutan perang Ukraina-Rusi.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Dalam wawancaranya dengan BBC, Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer mengatakan akan ada negosiasi lebih lanjut mengenai jaminan keamanan Ukraina dengan AS. Jaminan tersebut akan “meyakinkan masyarakat di Eropa, Ukraina dan khususnya di Inggris Raya”. Meluruskan pernyataan tersebut Trump mengatakan jaminan keamanan untuk Ukraina akan “disediakan” oleh negara-negara Eropa dengan “koordinasi” dari AS. Trump menyatakan dengan tegas bahwa pasukan AS tidak akan berada di lapangan Ukraina, tetapi AS dapat membantu dalam koordinasi dan memberikan jaminan keamanan lain kepada sekutu Eropa mereka.

Namun jawaban dari pertemuan KTT Eropa di Gedung Putih ini menjadi jelas ketika Rusia tetap menyerang kota Kremenchuk di Ukraina di tengah pembicaraan telepon antara Trump dan Putin. Angkatan Udara Ukraina mengatakan bahwa Rusia meluncurkan 270 drone dan 10 rudal dalam satu serangan terbesarnya bulan ini.

Sementara menurut Moscow Times, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov mengatakan bahwa Putin terbuka untuk pertemuan itu namun pertemuan puncak tingkat tinggi membutuhkan waktu. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa pihak Moskow menunda sesuatu yang kongkret untuk pertemuan bilateral yang diusulkan.

KTT Eropa di Gedung Putih ini mengungkap realitas kepemimpinan Eropa yang tidak kompeten. Mereka gagal merumuskan proyek penyatuan Eropa dan membebaskannya dari pengawasan Amerika sekaligus gagal melindungi Eropa dari agresi dan ambisi Putin. Inggris dan negara-negara Uni Eropa mendukung Zalensky bukan karena alasan altruistik (ketulusan), bahwa ukraina dianggap sebagai bagian yang merepresentasikan masyarakat mereka, bukan juga karena alasan kemanusiaan melainkan lebih kepada tujuan pragmatis yaitu kepentingan keamanan Uni Eropa itu sendiri. Keamanan dari gangguan Rusia dan keamanan dari intervensi serta tekanan AS.

image_print

1 2 3 4

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.