UPDATE

Salam.life
NASIONAL
NASIONAL

Curhat Politisi PKS Maman Suherman Lihat Anak Tewas di Tempat Shalat dan Minta Pelaku Dihukum Mati

BANDA ACEH – MAHM (9), anak politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Maman Suherman ternyata tewas di tempat yang biasa dipakai ibadah shalat di rumahnya, Perumahan BBS III, Ciwaduk, Kota Cilegon, Banten.

MAHM ditemukan bersimbah darah di depan lemari kamar dengan posisi agak telungkup di lantai.

“Saya lihat (MAHM) di depan lemari tempat dia shalat. Di situ tempat dia shalat. Di situlah dia juga dalam keadaan berbaring agak tertelungkup sedikit,” ujar Maman Suherman dalam wawancara dengan media pada Selasa (6/1/2026).

Aksi Kaninus 16

Dalam wawancara terpisah, Maman mengungkap detik-detik dia mendapati kondisi putranya.

Diceritakan saat kejadian dia sedang bekerja di kantor. Dia kemudian ditelepon oleh putranya, Dafara.

Menurut Maman, saat itu kondisi korban sudah berlumuran darah usai ditusuk oleh pelaku.

“Saya lagi di kantor, mendapat video call keluarga bahwa anak saya yang bernama Dafara memberikan video call melihatkan ke korban, dan saya melihat sendiri, bersimbah darah,” kata Maman dikutip dari Youtube Kompas TV, Selasa (6/1/2025).

Awalnya Maman mengira kalau putranya itu berlumuran darah karena terjatuh.

“Cuma punya asumsi, saya pikir anak saya itu jatuh dari tangga. Sehingga saya bergegas, berteriak di kantor bahwa anak saya itu jatuh dari tangga,” ucap dia,

Bahkan saat tiba di rumah, ia masih berpikiran anaknya jatuh dari tangga.

“Ketika saya sampai di rumah, saya juga masih berasumsi dia itu jatuh dari tangga. Melihat ke tangga nggak ada, maka saya tanya, Axle di mana? Ada di atas,” jelas Maman.

Namun saat melihat kondisi sang anak secara langsung, Maman melihat sang putra berlumuran darah karena ditusuk.

“Saya langsung bergegas ke atas, di situlah baru terlihat anak saya sudah bersimbah darah,” ucap dia.

Bahkan Maman sempat memberikan napas buatan untuk putranya itu.

“Saya balikkan kepalanya sedikit, saya berusaha untuk memberi napas buatan,” ucapnya.

Namun, upayanya tidak berhasil karena putranya sudah tidak bernafas lagi.

Minta Dihukum Mati

Maman Suherman berharap agar HA (31) pelaku pembunuhan anaknya dihukum seberat-berat oleh pengadilan.

“Seberat-beratnya hukumannya, sesuai dengan KUHP yang diterapkan saja. Ketika itu memang harus hukuman mati, laksanakan hukuman mati,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu di Cilegon, Selasa (6/1/2026).

Maman menyerahkan proses hukum terhadap HA kepada pihak penegak hukum. Ia juga tidak akan mengintervensi pihak kepolisian.

“Kalau hukuman seumur hidup, hukuman seumur hidup. Kita tidak bisa mengintervensi mengenai hal ketentuan hukum,” ujar dia.

image_print
1 2
Stories
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.