UPDATE

NASIONAL

Wartawan Senior: Jangan-jangan Orang Sekeliling Mau Menjerumuskan Presiden Prabowo

BANDA ACEH –  Wartawan senior Bambang Wiwoho mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar memastikan setiap informasi yang masuk ke meja Presiden benar-benar akurat, lengkap, dan tidak terdistorsi oleh kepentingan orang-orang di sekeliling kekuasaan.Bambang membandingkan pola pengelolaan informasi pada era Presiden Soeharto dengan situasi yang terjadi saat ini. Menurutnya, Soeharto memiliki mekanisme untuk memastikan dirinya memperoleh informasi dari berbagai sumber sebelum mengambil keputusan maupun menyampaikan pidato kepada publik.

“Pak Harto itu informasi yang masuk apa saja, baik maupun buruk, masuk. Beliau menyeleksi sendiri,” kata Bambang di channel YouTube Obor Rakyat, Kamis (10/9/2026).

Menurut dia, salah satu kebiasaan Soeharto adalah membaca berbagai pemberitaan pada pagi hari. Selain surat kabar harian, Soeharto juga membaca majalah dan berbagai bahan informasi lainnya.

Tidak berhenti di situ. Setiap Jumat malam, kata Bambang, mantan Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN) Yoga Sugama datang memberikan laporan kepada Soeharto.

Laporan tersebut relatif singkat, hanya sekitar empat halaman, tetapi disertai banyak lampiran.

“Intinya Pak Yoga melaporkan dan membahas keadaan seminggu terakhir, mengevaluasi seminggu terakhir, dan membaca seminggu ke depan,” ujar Bambang.

Dengan pola tersebut, Bambang menilai Soeharto berusaha memastikan dirinya selalu memiliki gambaran mengenai apa yang telah terjadi sekaligus perkembangan yang mungkin terjadi dalam waktu dekat.

“Pak Harto selalu well informed, mengetahui perkembangan seminggu yang ke belakang dan keadaan ke depan,” katanya.

Bambang juga menyoroti peran Moerdiono yang dikenal sebagai Menteri Sekretaris Negara pada era Soeharto. Menurutnya, Moerdiono memiliki karakter yang rendah hati dan terbuka dalam mencari masukan dari berbagai pihak.

“Pak Moerdiono itu orang yang rendah hati. Saya enggak bosan mengutip ini. Rendah hati untuk minta pendapat, untuk minta input orang,” tutur Bambang.

Menurut Bambang, sikap tersebut penting dimiliki orang-orang yang berada di sekitar seorang presiden. Sebab, seorang kepala negara tidak mungkin mengetahui seluruh persoalan secara detail tanpa dukungan informasi dan masukan dari banyak pihak.

Ia mencontohkan, ketika Soeharto hendak menyampaikan pidato dalam sebuah acara, materi pidato tidak begitu saja dibuat dan langsung disampaikan.

Soeharto, kata Bambang, terlebih dahulu meminta masukan dari orang-orang yang dianggap memahami persoalan yang akan dibicarakan.

“Kalau misalkan Pak Harto mau pidato di acara apa, dia siapkan pidatonya, dia minta input dari orang-orang yang dianggap mengerti,” ujarnya.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.