0leh:Ridha Rasyid
SEPENGGAL kalimat yang menarik dan menjadi perlu untuk diulas. Pada zaman Yunani kuno, kekuasaan itu sudah menjadi rebutan, karena pelbagai fasilitas yang disediakan. Meskipun pada era itu, kekuasaan tidak terpusat, namun terdesentralisasi pada wilayah yang begitu luas. Sehingga, kekuasaan terdistribusi dan memiliki otoritasnya sendiri. Inilah yang kemudian ditafsirkan munculnya raja raja kecil jika menerapkan sistem desentralisasi atau kalau di negeri kita disebut otonomi daerah. Padahal, tidak seperti itu. Otonomi daerah atau desentralisasi menjadi suatu kebutuhan dalam mengembangkan wilayah.
Memberi ruang berkreasi kepada daerah untuk mengembangkan diri, menyelesaikan dan mengatasi persoalan yang terjadi didaerahnya dan lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, pada saat yang sama, sumber daya sumber daya yang ada idaerah itu benar benar dipergunakan untuk pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Makanya, pada zaman Yunani Kuno setiap wilayah itu dapat menunjukkan jati diri dan eksistensi daerahnya di mana segala sumber yang ada dimanfaatkan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan rakyat, sehingga rakyat menjadi peduli untuk ikut mengembangkan daerahnya.
Walaupun tulisan ini, tidak fokus pada perlunya otonomi daerah dilaksanakan secara konsisten dan transparan dalam kerangka menyerahkan sejumlah urusan kepada pemerintah daerah oleh pemerintah pusat, namun ittu salah satu problematika yang dihadapi mengapa negara itu tidak bisa maju. Ketika pemerintah pusat enggan menyerahkan kewenangan kepada daerah, itu menunjukkan ketidakpercayaan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, serta menjadi petunjuk betapa pemerintah pusat tidak mau kehilangan untuk mengurus sejumlah kewenangan.
Walaupun, jika pemerintah pusat ingin untuk lebih konsentrasi pada urusan yang lebih strategis itu jauh lebih baik, namun lagi lagi ini menyangkut kue kekuasaan. Oleh karena dalam kekuasaan itu selalu diiringi dengan banyak fasilitas yang tersedia, sehingga tidak heran, memang, bila orang berebut dengan kekuasaan dengan menggunakan pelbagai cara.
Lalu, mengapa orang berlomba lomba untuk menduduki kursi kekuasaan itu pada semua tingkat? Ada beberapa faktor yang menjadi pendorong agar seseorang atau figur untuk maju dalam perebutan kekuasaan itu, antara lain, pertama, ada bakat dan animo kuat untuk mau berkuasa. Ketika seseorang merasa diri punya talenta, pengetahuan yang cukup dan punya visi, cenderung untuk ikut dalam kompetisi pemilihan lokal ataupun pemilihan nasional, kedua, namun itu tidak cukup. Diperlukan kemampuan untuk memengaruhi pemilih atau konstituen bahwa yang dia tawarkan memang diperlukan.
































































































Beri Komentar