UPDATE

NASIONAL

Ossy Dermawan: Bicara Utang bukan Cuma Nominal, Jaman SBY Debt to GDP Sudah Turun tapi Era Jokowi Naik lagi

Dari situ, Ossy tidak sepakat dengan pernyataan Prastowo yang menyebut zaman pemerintahan SBY juga menyumbang kenaikan utang pada setiap tahun sejak 2005 hingga 2014.

“Debt to GDP ratio berhasil diturunkan oleh SBY dari sekitar 56 persen pada tahun 2004 menjadi sekitar 24 persen pada tahun 2014 (selama 10 tahun),” ungkapnya.

Dengan rasio utang terhadap GDP yang semakin dikurangi di era SBY, mengindikasikan relatif kecilnya utang untuk hasilkan GDP, dan berarti beban fiskal pemerintah untuk bayar bunga dan pokok utang tersebut menjadi lebih kecil.

“Sehingga besaran fiskal yang tersedia untuk dorong ekonomi jadi lebih besar. Itulah sebabnya, di antara beberapa penyebab lain, mengapa laju pertumbuhan ekonomi SBY lebih tinggi dibanding Jokowi,” tegasnya.

Sementara itu, Ossy mencatat Debt-to-GDP ratio di era Jokowi sekarang ini menjadi naik lagi atau lebih tinggi dari periode terakhir SBY menjabat tahun 2014, yang mana berada pada kisaran 40 persen.

“Jadi silahkan rakyat menilainya. Karena, proporsi fiskal untuk membangun relatif lebih besar (era SBY), sehingga hasilnya laju pertumbuhan ekonomi alias GDP growth di masa SBY lebih tinggi dibandingkan saat ini,” demikian Ossy. 

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.