Mereka bersedia menunda waktu sedikit namun mereka senang karena digratiskan perjalanannya. Ini adalah sebuah fair system yang baik.
Jumlah Pemudik 2022 akan Melampaui Estimasi Pemerintah
Setelah dua tahun tidak diperbolehkan mudik, lebaran tahun ini masyarakat sudah bisa mudik kembali. Pemerintah memperkirakan bahwa pemudik tahun ini berkisar 85 juta orang, tapi tentunya ada kemungkinan jumlahnya lebih besar dari 90 juta orang.
Hal ini tentu saja berpotensi menciptakan kemacetan yang panjang seperti yang terjadi di beberapa titik kemacetan saat ini seperti di tol gerbang Cikampek yang mulai mengular, tol Cikopo-Palimanan yang padat merayap.
Arus mudik yang masuk melalui Pelabuhan Bakauheni melalui Merak Banten terus meningkat. Hingga saat sudah sekitar 6.000 pemudik yang datang dari Pulau Jawa.
Artinya menjelang hari H kapasitas pemudik akan semakin besar dan potensi kemacetanpun akan semakin bertambah.
Jika kemacetan ini tidak direspon dengan cepat maka dikhawatirkan terulang kembali kejadian beberapa tahun lalu kemacetan yang membawa korban.
Untuk kelancaran mudik tahun ini sebaiknya Tol digratiskan. Ini akan sangat membantu meringankan beban para pemudik di tengah situasi kenaikan harga-harga.
Lebaran tahun ini cukup memprihatinkan. Para pemudik tahun ini tidak bahagia karena harus menghadapi banyak kendala bukan hanya kemacetan, tapi ada beberapa hal lain seperti kenaikan ongkos mudik yang mahal, masalah seperti efek vaksin booster yang bisa menyebabkan kondisi pemudik menjadi kurang fit/kelelahan yang tentunya sangat membahayakan terutama bagi pengendara.
Dan yang lebih memprihatinkan adalah mereka harus mudik saat harga-harga bahan pokok sedang naik.
Namun tentunya di tengah situasi mudik saat ini yang paling berbahagia adalah oligarki, terutama produsen dan distributor minyak goreng. Mudik tahun ini dipastikan mudik yang paling tidak membahagiakan bagi masyarakat.
Imbas pandemi yang masih melanda, kebijakan ekonomi pemerintah yang tidak pro rakyat, oligarki yang bermain dari dalam dan luar pemerintah membuat ketimpangan ekonomi semakin tajam.
Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. Dan hal ini sangat berpengaruh kepada situasi mudik tahun ini dengan multidimensi persoalan.
(Penulis adalah Pakar Kebijakan Publik)



















































































































Komentar Terbaru