KASIHAN, pemudik 2022 menghadapi ekonomi yang berat karena kenaikan harga-harga pokok yang sudah dirasakan sejak awal Ramadhan 2022 kemarin.
Namun pemudik 2022 tetap berangkat pulang kampung karena sudah 2 tahun tidak mudik. Sedihnya lagi, di jalan saat mudik mereka harus berhadapan dengan kemacetan dan mahalnya tiket Tol dari Jakarta sampai ke kampung halaman.
Seharusnya pemerintah membantu mengurangi beban para pemudik 2022. Salah satu caranya adalah melalui menggratiskan jalan Tol beberapa hari sebelum dan sesudah peak arus mudik dan arus balik.
Menggratiskan jalan tol harus juga disertai dengan penerapan one way yang ketat. Misalnya one way ke luar Jakarta pada siang hari dan one way ke Jakarta pada malam hari. Tidak boleh hanya dari Jakarta ke Luar Jakarta saja one way diterapkan.
Amat salah bila memberlakukan one way di jalan tol, namun tarif tol tidak digratiskan. Penerapan one way sebelum lebaran dari Jakarta ke Jawa Tengah akan menimbulkan pelanggaran hak asasi bagi pengendara luar Jawa yang mau ke Jakarta.
Hal tersebut sangat merugikan bagi pengendara ranmor seperti Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Ingat, tol bukan milik satu penduduk di Kota Jakarta saja.
Seharusnya pemerintah sudah dapat mengantisipasi dengan overload-nya volume pengguna jalan tol saat hari-hari menjelang lebaran.
Kemacetan yang terjadi saat ini adalah bukti pemerintah, polisi, dan satgas mudik 2022 tidak cukup antisipatif dalam menghadapi kemacetan mudik 2022.
Apa yang dilakukan satgas mudik melalui rekayasa jalan tol dengan contraflow yang dimulai sejak 28 April tidak membantu banyak mengurai kemacetan. Hal ini disebabkan antusiasme mudik warga tidak disikapi dengan antisipasi dan perencanaan yang matang.
Insentif Tol akan Mengurai Kemacetan Mudik
Penerapan kebijakan mengratiskan jalan tol untuk periode tertentu tidak hanya membantu biaya mudik publik namun juga membantu mengurai kemacetan. Pemudik 2022 akan mengikuti jadwal mudik yang dirancang pemerintah bersamaan dengan jadwal menggratisan jalan tol tersebut.
Jadwal tol gratis diupayakan tidak saat peak volume mudik, namun sehari atau dua hari sebelum dan sesudah peak/puncak mudik. Hal ini merekayasa jadwal pemudik agar tidak terjadi kemacetan parah saat peak/puncak arus mudik dan arus balik.
Saat tol gratis harus diterapkan juga one way sistem sehingga tidak melanggar hak asasi warga yang merasa siap bayar untuk menggunakan tol di counter way. Publik yang siap bayar tersebut akan memilih jadwal dengan tol yang gratis.



















































































































Komentar Terbaru