UPDATE

Salam.life
NASIONAL
NASIONAL

Drama Petugas PPSU Menjelang Lebaran: Gara-gara Takut Istri, Anak Buah Anies Baswedan dan Kapolsek Kena Prank

Maulana juga menjelaskan bahwa pihaknya mengetahui kejadian tersebut meskipun korban belum membuat laporan kepada polisi.

“Kita awalnya mendapat informasi bahwa ada kejadian kemarin (Rabu) ya pukul 5 pagi bahwa ada kejadian perampasan, pencurian dengan kekerasan pasal 365. Korban atas nama Ray Prama Abdullah,” ungkapnya.

“Awalnya korban belum melakukan laporan ke polsek Sawah Besar,” lanjutnya.

Setelah mendapat informasi tersebut, ia bersama jajarannya langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Kita dapat informasi langsung bergerak cepat, melakukan olah TKP serta mengumpulkan bukti-bukti petunjuk apakah kejadian itu sesuai dengan informasi yang kita dapat,” katanya.

Selain itu, kata dia, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babin Kamtimbas) juga mendatangi korban memastikan bahwa apakah betul kejadiannya seperti itu.

Polisi Curiga

Unit Reskrim Polsek Sawah Besar yang melakukan penyelidikan dan pemeriksaan di lokasi kejadian akhirnya merasa ada kejanggalan dari kasus ini.

Kanit Reskrim Polsek Sawah Besar AKP Wildan mengatakan, dari hasil penyelidikan pihak kepolisian tidak ditemukan adanya tanda – tanda kejadian di tempat kejadian perkara (TKP).

“Kita dari olah TKP, mencari saksi, cek CCTV, kejadian tersebut tidak ada,” kata AKP Wildan kepada VOI, Kamis 28 April.

Temukan Fakta Laporan Palsu

Setelah pemeriksaan, penyelidikan hingga olah TKP dilakukan, Kanit Reskrim Polsek Sawah Besar AKP Wildan memastikan bahwa petugas PPSU bernama Ray Prama Abdullah (28) itu membuat keterangan palsu terkait kasus pembegalan uang tunjangan hari raya (THR) senilai Rp4,4 juta.

Kanit memastikan bahwa kejadian pembegalan yang menimpa PPSU Kelurahan Mangga Dua Selatan tidak benar alias hoaks. Ia yakin, karena pihaknya menemukan transferan uang ke situs judi online dalam jumlah yang besar.

“Dapat kita pastikan kejadian itu tidak ada dari hasil penyelidikan kita dan pengakuan yang bersangkutan,” tegas Wildan.

Menurut Wildan, PPSU itu pun mengakui bahwa dia membuat laporan (palsu) itu karena terpaksa untuk menutupi ketakutannya.

“Sebenarnya dia duitnya habis karena judi. Dia takut sama istrinya. Padahal duitnya habis buat judi online main slot (judi),” ungkap Wildan.

Meski begitu, tim penyidik belum dapat menetapkan tersangka terhadap petugas PPSU yang sempat membuat heboh di media sosial itu.

“Tersangka atau engga itu nanti, kita masih dalami dulu,” kata Kanit Reskrim Polsek Sawah Besar AKP Wildan kepada VOI, Kamis 28 April, malam.

Klarifikasi dan Minta Maaf

Cerita fiktif Ray terungkap. Petugas PPSU itu akhirnya membuat video klarifikasi atas laporan palsu yang ia buat. Dalam video berdurasi singkat itu Ray mengatakan bahwa uang THR-nya sebesar Rp4,4 juta dibegal adalah hoaks alias bohong. Ia sengaja membuat laporan itu karena ia takut kepada istrinya.

image_print
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.