Sementara, kejadian penolakan di Tanah Air pernah dialami ketika hendak menyampaikan ceramah di Denpasar, Bali pada 2017 lalu. Kehadiran UAS ditolak satu ormas lantaran khawatir ia bakal menyampaikan ceramah bernada SARA. Tetapi, Polresta Denpasar tetap membolehkan UAS melanjutkan program dakwahnya dengan pemantauan cukup ketat.
“Setelah kejadian itu, saya tetap beraktivitas seperti biasa. Usai pulang saya kembali mengajar dan membimbing anak-anak di pondok pesantren, ke luar kota untuk memberikan tausiyah. Sama sekali tidak ada yang berubah,” ujar UAS.
Komentar Terbaru