UPDATE

NASIONAL

UAS Tuding Balik Singapura yang Ekstrem, Mengusir Bayi dan Perempuan Tanpa Alasan

Sementara, kejadian penolakan di Tanah Air pernah dialami ketika hendak menyampaikan ceramah di Denpasar, Bali pada 2017 lalu. Kehadiran UAS ditolak satu ormas lantaran khawatir ia bakal menyampaikan ceramah bernada SARA. Tetapi, Polresta Denpasar tetap membolehkan UAS melanjutkan program dakwahnya dengan pemantauan cukup ketat. 

“Setelah kejadian itu, saya tetap beraktivitas seperti biasa. Usai pulang saya kembali mengajar dan membimbing anak-anak di pondok pesantren, ke luar kota untuk memberikan tausiyah. Sama sekali tidak ada yang berubah,” ujar UAS.

“Bila ada yang bilang itu mengganggu pikiran saya, sama sekali tidak. Kejadian seperti itu sudah biasa,” tutur dia lagi. 

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.