Soal batas waktu dalam aturan SAR setempat, mantan ketua OJK itu mengatakan, tidak ada batas waktu hingga berapa hari proses pencarian bakal dilakukan. Kendati begitu, tim SAR menyatakan, ada waktu-waktu kritikal. Salah satunya tiga hari pertama. Biasanya, dalam periode tersebut, korban ditemukan. Tapi, dari kejadian sebelumnya, mayoritas atau sekitar 99 persen ditemukan dalam tiga minggu.
Kejadian terbawa arus seperti yang dialami Eril memang bukan yang pertama. Menurut Muliaman, dari laporan otoritas setempat, kejadian serupa terjadi sebanyak 15–20 kasus tiap tahun. Para korban tersebut biasanya ditemukan tiga pekan setelah kejadian tenggelam.
Namun, probabilitas ditemukannya para korban meningkat pada Sabtu dan Minggu. Sebab, pada waktu tersebut banyak masyarakat yang berenang ke sungai sehingga kemungkinan korban ditemukan makin besar. Karena itu, dia memohon doa agar pencarian Eril bisa membuahkan hasil, sesuai dengan harapan pada akhir pekan ini.
Muliaman mengatakan, pemerintah setempat menyediakan kanal online berisi informasi real time kondisi arus dan temperatur sungai sebagai upaya menekan insiden serupa. Juga, ditempatkan sejumlah rambu peringatan di badan Sungai Aare.
Dalam kesempatan yang sama, adik RK, Elpi Nazmuzaman, menyampaikan bahwa saat ini sang kakak bersama keluarga yang berada di Swiss dalam kondisi sehat. Kang Emil, sapaan RK, tabah dan sabar dalam menjalani ujian dan musibah yang melanda keluarganya. Dia bahkan menitipkan permohonan maaf karena belum bisa menyapa langsung semua pihak yang mendoakan.
Elpi kemudian meluruskan sejumlah hal terkait situasi awal saat keponakannya akan berenang di Sungai Aare. Dengan sedikit terbata karena menahan tangis, Elpi memastikan bahwa Eril merupakan sosok yang bertanggung jawab. Hal itu juga ditunjukkan ketika akan berenang di sana.
Eril, kata Elpi, memastikan terlebih dulu titik mana yang paling aman. Karena itu, titik jembatan yang biasa dipakai wisatawan meloncat ke sungai langsung dicoret. Dia memastikan bahwa lokasi tersebut juga digunakan wisatawan lain. Bahkan, saat itu ada lansia dan anak-anak yang juga berenang. ”Yang lain ingin loncat, tapi langsung dicoret. Dia memastikan titik turun ada tangga dan tidak loncat,” jelasnya.
Insting itu pula yang membuatnya memutuskan siapa yang layak dan tidak layak turun. Hingga akhirnya diputuskan hanya tiga orang yang boleh turun untuk berenang. Yakni Eril, adiknya, dan satu teman mereka yang telah lama tinggal di Swiss. Hal itu didukung kemampuannya menilai dan mengukur arus. Kemampuan tersebut diperoleh dari olahraga diving yang digelutinya.





























































































Beri Komentar