Nawang juga menduga meluasnya PMK dikarenakan para peternak, pedagang, pengepul, termasuk perugas peternakan kurang waspada dengan model penularan airborne (melalui udara) dari virus ini.
“Peternak, petugas, atau siapa pun datang ke kandang yang sudah positif PMK, kemudian keluar tanpa biosecurity, tanpa membersihkan diri masuk ke kandang yang belum ada kejadian itu bisa menularkan,” katanya.
Meskipun kasus PMK meluas di Sleman, pemerintah kabupaten memutuskan tidak akan menutup melainkan hanya membatasi lalu lintas hewan ternak yang masuk ke wilayahnya. Ini karena 40 persen kebutuhan daging dipasok dari luar daerah.
Komentar Terbaru