BANDA ACEH – Tugas HR seperti memperbarui status kerja karyawan, menghitung absensi karyawan, menghitung gaji karyawan berikut dengan variabel lemburnya (lama lembur, jabatan, jenis shift, jenis kelamin), perhitungan izin, sakit dan cuti, serta mendata perlengkapan karyawan, dan sebagainya akan jauh lebih mudah seperti menjentikkan jari ketika Anda sudah mendigitalisasi sistem HR Anda.
Pada Revolusi Industri 4.0 bahwa benar integrasi adalah cara menyelesaikan masalah diatas dengan menjalankan DIGITAL TRANSFORMATION pada sistem HR Anda.
Tetapi sebelum dilakukan pembahasan lebih dalam mengenai Digitalisasi dapat membantu proses HR Anda, coba perhatikan apakah Anda pernah mengalami ini.
Berikut beberapa masalah yang biasa ditemui HRD:
- Adanya Human Error seperti Double Entry
- Sulit menentukan Status data Up to Date berada di siapa dikarenakan tidak adanya sistem yang terintegrasi
- Keakuratan perhitungan Lembur sangat lemah ketika dilakukan secara manual:
a. Pengecekan data in-out lembur pada mesin absen
b. Pengecekan data pada kertas request lembur
c. Pencocokan kedua poin diatas akan memakan waktu jika anda memiliki lebih dari 500 karyawan tentu ditambah resiko human error yang tinggi.
- Kemudian keakuratan perhitungan Gaji antara mesin absen, HRD dengan divisi keuangan sering terjadi ketidakcocokan, bahkan sering terjadi perhitungan ulang untuk menghindari perhitungan gaji yang tidak sesuai. Hal ini biasanya disebabkan 1 data memiliki banyak versi. Versi di HRD berbeda dengan versi di Accounting Department.
Masalah di atas akan Anda temui jika masih menggunakan sistem manual ataupun sistem semi-manual seperti Excel atau Spreadsheet. Bagaimana, sistem HR yang sudah Anda rancang sedemikian rupa saat ini apakah sudah berjalan sesuai dengan target perusahaan?
Berikut study case sebuah perusahaan dengan skenario 25 karyawan melakukan lembur.
Jadwal bekerja mulai pukul 07.00 am – 16.00 pm. Aktual bekerja mulai pukul 06.50 am – 17.40 pm. Padahal karyawan menuliskan form lembur 2 jam.
HRD akan mencatat perhitungan lembur berdasarkan form request yg diberikan yang sudah ditandatangani oleh atasannya. Namun jika diteliti terdapat selisih antara mesin absensi dengan form pengajuan lembur, Aktual bekerja mulai pukul 06.50 am – 17.40 pm (normal 07.00 am – 17.00 pm). Maka seharusnya perhitungan lembur hanya 1 jam 30 menit.
(Depositphotos)
Bagaimana seharusnya HRD mengambil keputusan, ada 2 cara: a. Agar mudah, mengambil data berdasarkan form request lembur dari karyawan. b. Akan sulit, melakukan pengecekan pada mesin absen setiap karyawan yang lembur di mesin absen pada hari itu dan juga akan menghasilkan perbedaan dari form yang telah ditulis masing masing karyawan.



















































































































Komentar Terbaru