Dalam panel komik tersebut juga dijelaskan bahwa akibat dari bocornya data pribadi milik bebarapa tokoh membuat engagement dari isu tersebut akan tinggi.
“Tokoh-tokoh dan lembaga negara ikut disinggung dan merespons sehingga engagement isu ini akan tinggi. Ini plot operasi intelijen tingkat tinggi,” lanjut si karakter.
Di bagian panel terakhir, Errik membuat karakter seorang badut yang sedang membawa toa.
“Nggak semua pejabat tahu agar responsnya natural. Makanya si badut Gerard gak dipecat presiden. Kebegoannya natural dan itu sangat membantu,” pungkasnya.
Unggahan ini pun lantas menuai beragam komentar dari publik. Warganet menyebut teori yang dibuat oleh Errik begitu masuk akal.
Komentar Terbaru