“Termasuk yang paling penting adalah akses pasar. Pemasaran secara online, agar bisa diakses masyarakat dunia. Pendampingan mulai dari budidaya sampai hilirisasi marketing. Kita ingin berkelanjutan dan duplikasi produk lain, seperti sariwangi, pala, dan lain-lain,” ujar Marwan.
Sementara itu, Ketua Dewan Analis Strategi BIN, Letjen TNI M. Munir, menyampaikan pemerintah pusat serius menggarap nilam Aceh untuk perekonomian lebih baik. Dirinya menegaskan, tidak ingin pelatihan tersebut hanya sekadar seremonial belaka.
“Saya dapat perintah Januari, kemudian ke Aceh. Saya bertemu lintas kementerian untuk menjadikan Aceh unggulan,” kata Munir.
Ia menyampaikan, Presiden Jokowi sangat antusias terhadap inovasi pengembangan nilam Aceh. Munir menilai, Aceh diberkahi dengan letak geografis. Selain subur, Aceh sangat dekat dengan Selat Malaka. Ini menjadi tantangan, bagaimana kapal ekspor impor bisa transit di Aceh.
Komentar Terbaru