“Efek samping tersebut antara lain depresi sistem saraf pusat, kemabukan euforia, pingsan, depresi pernapasan, mual dan muntah bisa terjadi akibat iritasi gastrointestinal atau saluran pencernaan,” tuturnya.
Selain itu, dalam kondisi keracunan parah, senyawa ini bisa menyebabkan koma, hilangnya refleks, kejang, maupun iritasi pada jaringan yang melapisi otak.
“Tak sampai di situ, produk sampingan metabolisme beracun dari etilen glikol juga menyebabkan penumpukan asam dalam darah atau asidosis metabolik,” pungkasnya.
































































































Beri Komentar