“Jadi setelah 25 tahun melewati demokrasi, agenda bangsa harus mengubah prioritas. agenda keadilan dan kemajuan harus ditempatkan di depan. Toh, tidak mengorbankan kebebasan. Kecuali kalau memang ada yang mau kembali ke otoritarianisme, itu kami tolak,” kata dia.
Tanggapan TPN Ganjar-Mahfud
Menanggapi itu, juru bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Patria Ginting, merasa heran soal pernyataan Budiman itu. Menurut dia, Pemilu harusnya membicarakan rakyat, bukan Budiman.
“Jadi kalau kami lebih fokus bicara tentang kebutuhan rakyat yang akan diselesaikan oleh Pak Ganjar-Mahfud seperti menyediakan beasiswa kuliah untuk anak polisi dan anak tentara,” kata Patria saat diminta konfirmasi pada Jumat, 5 Januari 2024.
Menurut Patria, sebaiknya Budiman menyebutkan siapa sosok yang mengaku menawarkan uang itu agar tidak menjadi fitnah dan gosip. Menurut dia, masa kampanye seperti sekarang sebaiknya diisi diskusi substansi daripada soal ego pribadi.
“Indonesia perlu menjadi lebih baik seperti yang selalu diutarakan Pak Ganjar dan Pak Mahfud. Lebih baik membicarakan tentang rakyat daripada tentang diri sendiri,” kata Patria.


















































































































Komentar Terbaru