Pantauan Jawa Pos sejak pukul 09.00 kemarin (6/1), kondisi sekitar gudang di dalam area Gudbalkir Pusziad tampak sepi. Satu bangunan terpasang garis polisi. Lokasinya di bagian depan sisi utara. Sedangkan bagian lain berada di tengah dan lapangan belakang. Sekitar pukul 11.00, dua truk kontainer masuk dengan posisi terparkir dan saling membelakangi.
Lalu, beberapa orang berpakaian sipil dan pakaian dinas Polisi Militer TNI-AD mengeluarkan kendaraan dari gudang. Mereka memindahkan ke dalam kontainer yang sudah terparkir.
Saat dikonfirmasi, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V/Brawijaya Kolonel Infanteri Rendra Dwi Ardani membenarkan adanya pengungkapan kasus curanmor yang melibatkan anggotanya. Menurut dia, Pomdam V/Brawijaya telah melakukan proses penyidikan terhadap anggota TNI-AD yang diduga terlibat.
”Khusus untuk penyidikan terhadap warga sipil, diserahkan dan dikoordinasikan dengan Polda Metro (Jaya) dan Polda Jatim,” katanya sesuai keterangan tertulis yang diterima Jawa Pos kemarin.
Rendra membenarkan, pengungkapan kasus itu dilakukan petugas gabungan pada Kamis lalu. Hasil penyidikan akan diumumkan secara transparan kepada publik.
Terlebih, lanjut dia, jika anggota TNI-AD tersebut terbukti melakukan tindak pidana, akan diproses hukum. ”Pasti diproses sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Langkah ini diambil sebagai komitmen TNI-AD dalam penegakan hukum,” tegasnya.
Saat ini, ungkap Rendra, ada dua anggota TNI-AD yang sudah ditahan di Pomdam V/Brawijaya. Mereka sedang menjalani proses penyelidikan lebih lanjut. Kemarin beredar kabar bahwa EI adalah mantan anggota TNI yang dipecat pada tahun 2020. Namun, informasi itu dibantah Rendra. ”Kalau terduga EI ini berumur 40 tahun ” katanya. Sementara EI yang disebut sebagai pecatan TNI baru berusia 23 tahun.
Informasi yang dihimpun koran ini, penyimpanan hasil curanmor itu atas persetujuan Mayor P sebagai atasan Kopda AS. Tak sekadar menyetujui, Mayor P diduga juga mendapat pembagian dari penjualan barang tersebut.
Dari Jakarta, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, hingga kemarin pihaknya masih menunggu laporan dari Pomdam V/Brawijaya. ”Biarkan penyidik bekerja dulu,” katanya.
Ditanya apakah Mabes TNI-AD akan turun tangan, Kristomei tak menjawab secara langsung. ”Mohon bersabar ya, nanti di-update jika ada perkembangan,” tuturnya. (zam/dya/elo/omy/c9/oni)
BARANG BUKTI CURANMOR DI KOMPLEKS TNI
Total 264 unit kendaraan. Terdiri atas 215 sepeda motor dan 49 mobil.



















































































































Komentar Terbaru