UPDATE

NASIONAL

Refly Harun Nilai Demokrasi Era Jokowi Makin Horor: Orang Nge-tweet aja Bisa Ditangkap

“Jadi itulah yang kemudian membuat pemilu ini dari awal memang tidak jujur dan tidak adil. Pertanyaannya adalah ‘kok baru menolak sekarang’, siapa bilang? Dari sebelum pencoblosan kita kan sudah protes lebih dulu kan. Jadi protes itu tidak hanya setelah pencoblosan, tapi sebelum pencoblosan sudah kita protes,” jelasnya.

Refly juga menyinggung isu yang menyebut Jokowi akan bergabung ke Partai Golkar. Refly menilai, Jokowi akan mengambil alih kepemimpinan di partai beringin itu.

“Kan ada take over terhadap leadership partai Politik tertentu. Kita sudah baca di berita misalnya bagaimana kemudian presiden Jokowi mau mengambil kepemimpinan Golkar. Kira-kira pertama nasibnya dengan putranya Kaesang cukup dua hari bergabung untuk mengontrol partai, ya mungkin tidak menjadi ketua umum tapi ketua pembina,” sebutnya.

“Nah cara-cara seperti ini kan sangat merusak demokrasi. Karena itu kami di sini tidak mau menjadi orang yang diam saja, kita ingin terus bersuara, sampaikan sampai apa, sampe mati sahid jangan-jangan,” katanya.

Refli menekankan, pernyataan sikapnya ini hanya ingin bersuara bukan melawan. Sebab suara dianggap lebih konstitusinya dan demokratis bagi rakyat Indonesia.

“Besok kalau demokrasi sudah hilang, saya yakin tidak ada lagi yang begini-begini, semua ruang-ruang pers akan dikontrol. Sekarang aja udah dikontrol, media mainstream, kan ada demo gede-gedean bisa diperintahkan, kontrol itu sudah terjadi, tapi kita ingin ini tidak berlanjut,” pungkasnya.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.