Kata dia, PSI diprediksi tidak lolos sebagai peserta pemilu, hanya karena campur tangan Jokowi, berupa kekuasaan saat ini sehingga PSI lolos. Semua angka tidak masuk akal mengingat PSI sebagai partai baru yang tanpa infrastruktur mengakar dan kebanyakan caleg RI-nya minim sosialisasi ke pemilih.
“Setiap penggeseran suara tidak sah menjadi suara PSI, merugikan perolehan suara seluruh partai politik dan peserta pemilu. Hal ini di selesaikan dalam hak angket mendatang.”
“Tidak tertutup kemungkinan, ucap dia, aparat-aparat negara lainnya kita panggil. Soal laporan kecurangan kepada Bawaslu, ini diproses sesuai mekanisme yang berlaku. Tapi secara politik, DPR akan melakukan percepatan dan terobosan melalui hak angket agar tindakan-tindakan dan kecurangan pemilu dihentikan.
Gatot mengatakan kekuasan Jokowi semakin kuat ketika dinasti politiknya berjalan mulus. Tidak hanya anaknya tetapi juga menantunya Bobby Nasution suami dari Kahiyang Ayu yang kini menjabat sebagai Walikota Medan pasti akan melirik kursi gubernur Sumatera Utara. Kemudian menyusul 20 tahun cucunya Jan Ethes (anak Gibran dengan Selvi Ananda) akan duduk di kursi empuk kekuasaan.
“Lengkaplah sudah dinasti politik Jokowi yang sudah diperhitungkan secara matang mulai dari anak, menantu sampa cucu tidak menutup kemungkinan akan disiapkan untuk bisa jadi presiden. Tetapi ingat, manusia boleh berencara tetapi Tuhan yang menentukan takdirnya.”
Sehebat dan sekuat apapun kekuasaan, tambah Gatot, kalau rakyat sudah turun ke jalan melakukan massa aksi maka kekuasaan itu akan runtuh. Itu lah siklus kekuasaan pasti akan jatuh kalau kekuasaannya itu sudah menghianati rakyat tinggal tunggu waktunya saja untuk tumbang.
“Jadi tunggu apalagi? Rakyat harus bergerak lakukan people power jangan berhenti di tengah jalan. Berhenti sama saja menunggu kematian bangsa ini. Lakukan perlawanan dengan satu kata, makzulkan Jokowi sekarang juga!.

















































































































Komentar Terbaru