UPDATE

NASIONAL

Usai Umrah, Pasutri Jakarta Putuskan Mundur dari Google akibat Project Nimbus Israel

Project Nimbus adalah proyek kerja sama pemanfaatan teknologi AI yang disepakati oleh Militer Israel (IDF) dan Google serta beberapa tech company Barat seperti Amazon.

Project Nimbus menuai kritik luas dari sejumlah pihak di dunia. Sebab, lewat Project Nimbus Israel mengumpulkan data warga Palestina secara ilegal dengan tujuan memperluas pendudukan, serta menjadi sarana pelanggaran HAM terhadap warga Palestina secara lebih luas.

Tabayun ke Ustaz

Sebagai seorang muslim yang terus mendalami ilmu agama, R memutuskan tabayun untuk mengambil keputusan.

Tabayun dilakukan demi mengetahui apakah nafkah yang didapat dari perusahaan tempatnya bekerja

“Aku nanya juga sama Pak Ustaz ini (tempat) bergantung nafkah dan segala macam. Kalau begini, perpisahan jalan (resign) atau apa? Setelah tabayun, kalau hatinya dan logikanya menyatakan pendapatan atau nafkahnya — bahasanya syubhat, itu yang mendekati keburukan,” jelas R.

“Kalau merasakan seperti itu sebaiknya disegerakan untuk berpisah jalan,” kata R menirukan perkataan ustaz yang berkomunikasi dengannya.

Sekembalinya dari Makkah, R mengambil tindakan. Ia menanyakan ke pimpinan lokal di Google mengenai keberadaan Project Nimbus dan bagaimana pendapat Google mengenai keberagaman.

“Karena gini, kalau Google berkontrak dengan Israel dan Israel menggunakan ini untuk perang, itu berarti Google tidak menghargai diversity yang selama ini diagung-agungkan,” tegas R.

Setelah mendapat informasi yang diterima dan selesai tabayun, R akhirnya mendapat jawaban bahwa memang ada teknologi dari Google yang dilibatkan pada konflik Israel-Palestina.

Menurut R, apa yang dilakukan perusahaan tempatnya bekerja sudah melewati ambang batas moral yang dianutnya. Maka keputusan diambil adalah dirinya dan istri berpisah dengan Google tepatnya pada 31 Desember 2023.

“Aku dan istri threshold-nya adalah kalau benar teknologi Google kepakai sama perang, because it’s not only about religious issue, it’s about humanity issue. Dan kita joining this company not for fame and fortune,” papar R.

“Google company yang dipakai sama manusia banyak, lho. Kalau dipakai untuk perang, feeling yang dinyatakan bersama adalah feeling betrayed,” tegas R.

Sumber: Kumparan

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.