Ibu korban, Yuni Trisnawati, mengaku baru empat bulan menikah dengan pelaku.
Ia baru mengetahui anaknya menjadi korban KDRT saat pulang ke Purwakarta.
Selain BTM, pelaku juga menganiaya satu anak Yuni lain di Cicalengka pada Kamis.
“Awalnya disuruh ke warung sama suami, tiba-tiba pulang anak sudah basah kuyup, terus engga lama dibawa nongkrong sama suami,” ucapnya.
Sepulang dari tempat tongkrongan pelaku, anaknya mengeluhkan sakit.
“Kemudian, pas pulang nongkrong, anak tuh tiba-tiba masuk kamar, anak ngeluh sakit, perutnya sakit habis itu muntah-muntah dari sore sampai malam,” imbuhnya.
Saat malam hari, pelaku berusaha menyuapi BTM yang sedang sakit.
Namun, korban tidak mau makan sehingga pelaku melakukan penganiayaan.
Pelaku juga mengusir Yuni beserta kedua anaknya.
Yuni kemudian pergi ke rumah orang tuanya di Purwakarta menggunakan bus dan angkot.
“Turun dari bus itu lanjut naik angkot, tapi sebelum pulang mau laporan dulu ke polisi. Di kantor polisi baru ketauan anak itu sudah kaku, sudah meninggal,” tuturnya.
“Memang sudah sering dianiaya, sudah bersabar sudah saya lindungi juga,” pungkasnya


















































































































Komentar Terbaru