Para petambak garam merasa terbantu dengan adanya tunnel garam ini, namun mereka berharap kolam air matang sebagai bahan baku sebelum masuk ke tunnel kalau bisa ditempatkan secara tertutup sehingga tak bercampur dikala hujan turun.
Masa bagi para petani garam untuk produksi garam bisa setiap tahun dengan sistem tunnel. Dalam satu bulan bisa panen 2 kali dengan harga yang memang masih perlu lebih baik lagi.
Keluhan lain juga di sampaikan pemenuhan kebutuhan garam untuk industri pengolahan, seperti prabrik es, aneka pangan, dan farmasi masih mengandalkan yang didatangkan dari luar daerah. Hal ini lantaran standar kualitas produksi garam dalam lokal yang belum memenuhi syarat kebutuhan industri tersebut.
Syarifuddin menuturkan, sulit bagi petani garam untuk menggaet pelanggan dari pabrikan industri lantaran tidak ada barang atau jumlah produksi yang masih rendah.
“Setelah terjalin hubungan baik dengan pelanggan, ternyata barangnya tidak ada, itu yang perlu pemikiran kita untuk ke depan, karena kebutuhan industri ini sangat besar,” petani garam Aceh Utara hanya mampu untuk lokal saja, itupun tidak mencukupi. ungkapnya.
Sementara itu, guna mencapai terget tersebut, Kita harapkan untuk pembangunan tunnel garam di Aceh Utara perlu mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat, pemerintah propinsi atau pemangku kepentingan lainnya.




















































































































Komentar Terbaru