Perkembangan kualitatif ini telah menarik perhatian media Israel. Surat kabar Haaretz sempat menyoroti sebuah rudal yang dapat melakukan serangan di luar garis pandang, naik ke atas untuk mencari sasaran tersembunyi dan mengejarnya.
Dalam artikel Haaretz, yang diterbitkan pada 1 Februari 2024 disebutkan bahwa rudal Almas, yang pertama kali terungkap pada tahun 2016, adalah versi salah satu rudal anti-tank canggih yang ada di gudang pasukan pendudukan Israel. Artikel tersebut mengindikasikan bahwa asal usulnya adalah rudal Spike buatan Israel, beberapa di antaranya jatuh ke tangan Hizbullah sebagai rampasan pada tahun 2006.
Surat kabar tersebut melihat hal ini sebagai contoh kemampuan Iran untuk meniru amunisi Barat, seperti yang telah dilakukannya terhadap berbagai jenis rudal, drone, dan peralatan tempur lainnya yang jatuh ke tangannya. Laporan tersebut menunjukkan bahwa Iran adalah negara yang relatif maju, mampu menggunakan sistem tersebut dan mereplikasinya dengan tingkat kemiripan dan kedekatan yang tinggi dengan versi aslinya. Iran telah membuktikan kemampuan improvisasinya yang efektif dalam berbagai kesempatan, kata artikel itu.
Selain itu, artikel tersebut menjelaskan bahwa rudal Spike buatan Israel memberikan kemampuan yang tidak dimiliki pendahulunya, seperti Kornet dan TOW yang digunakan oleh Hizbullah. Jika target terletak jauh di luar jangkauan pandang operator, pertama-tama ia meluncurkan rudal, membiarkannya mendekati area yang diperkirakan, dan kemudian, pada tahap yang sangat lanjut, memilih target.
Keunggulan Spike yang paling terkenal adalah kemampuannya untuk melakukan serangan dari atas ke bawah terhadap tank dan kendaraan lapis baja serta mencapai serangan di area yang lapis bajanya relatif lemah. Surat kabar tersebut menunjukkan bahwa jika Israel dapat memproduksi versi rudal yang lebih canggih, maka Iran akan memproduksi lebih banyak lagi, untuk memenuhi kebutuhan Hizbullah.
Spesifikasi Rudal Antitank Almas-1 ATGM Iran
Rudal ini memiliki tiga versi, yakni Almas 1, Almas 2, dan Almas 3. Almas 1 memiliki kemampuan jelajah hingga 4 km, sementara Almas 2 berjarak hingga 8 km sertaAlmas 3 bisa mencapai 16 km.
Setiap versi menyajikan peningkatan dalam jangkauan rudal, hulu ledak, kinerja, dan sistem panduan. Versi yang berbeda dilengkapi dengan hulu ledak anti-tank tandem canggih (advanced tandem anti-tank), yang memungkinkan penetrasi lapis baja yang dalam.
post-cover
Pada Agustus 2023 silam, media Iran menayangkan rekaman yang menunjukkan uji tembak langsung terhadap sistem peluru kendali anti-tank (ATGM) Almas. Saat itu terungkap spesifikasi rudal yang sejak awal kehadirannya memang ditakuti Israel.


















































































































Komentar Terbaru