Dalam Islam, pengurusan jenazah telah diatur jelas dalam Alquran dan hadis. Menurut keterangan keduanya, jenazah wajib dikuburkan ke dalam tanah. Bahkan, sekalipun jenazah tersebut adalah orang kafir.
Dikutip VIVA dari laman NU Online, tindakan kremasi terhadap jenazah umat Islam tidak boleh dalam keadaan apapun. Kremasi tidak dikenal kecuali dalam tradisi Majusi. Pada 29 Juli 1953, Fatawa Al-Azhar melalui Husnaini M Makhluf telah mengeluarkan fatwa serupa.
Praktik kremasi untuk jenazah muslim tidak diperbolehkan menurut syariat Islam. Bahkan meskipun almarhum sebelumnya telah mewasiatkan hal tersebut kepada pihak keluarganya.
“Kalau seseorang berwasiat untuk itu (praktik kremasi untuk jenazahnya), maka wasiatnya batal yang tidak perlu dieksekusi.”
Dr Nashr Farid Washil, salah seorang mufti Darul Ifta, juga coba menjawab masalah praktik kremasi dan penyebaran debu kremasi tanpa wadah tertentu. Menurutnya, ulama tak berbeda pendapat perihal kehormatan dan kemuliaan manusia ketika hidup dan saat wafat sebagaimana isyarat Surat Al Isra Ayat 70, “Sungguh, kami telah muliakan anak Adam.”
Dr Washil menuturkan, salah satu bentuk kehormatan untuk manusia setelah wafat adalah pemakamannya di liang lahat atau kubur dengan tata cara syariat yang dijelaskan oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. Tradisi ini terus berlangsung kepada generasi sahabat, tabi’in, dan umat Islam hingga hari ini.
Sementara, mengutip jurnal Landasan Konseptual Perencanaan dan Perancangan Krematorium Sankhara Anicca tulisan Mustika Kusumaning Wardhani, ayat tersebut menegaskan bahwa pemakaman adalah satu-satunya cara penanganan jenazah. Kecuali untuk jenazah yang meninggal di laut atau meninggal karena penyakit tertentu yang bersifat menular.
Dengan demikian, secara keseluruhan dalam Islam, pemakaman dengan cara dikubur di tanah adalah tata cara yang ditetapkan. Sementara, kremasi tidak diperbolehkan. Sebab, kremasi dianggap tidak menghormati tubuh manusia dan bertentangan dengan prinsip-prinsip yang diajarkan dalam syariat Islam.
Reaksi Warganet
Sontak saja beredarnya sebuah video momen Dali Wassink dikremasi pun lantas menuai beragam reaksi warganet. Tak sedikit yang mempertanyakan kejelasan agama dari suami Jennifer Coppen tersebut.
“Terserah keluarga mereka, toh bukan kalian yang membiayai semuanya, doakan ajaa,” tulis warganet.
“Memikirkan jeniffer malam ini, mlm pertama tanpa papa dali Tuhan nyesek bgtt,” sahut lainnya.
“Bisa gk sih gk ush dipost2 dlu ? Aku aja yg gk prnh ngikutin cuma kadang suka lewat aja lianya nangis mulu???? gmna keluarganya nanti yg liat gk kebayang , si mbak jen jga gk ad post2 mngkin krna masih blum siap, tolong tmn2 rsa empatinya , iya tau yg di post bkan kclkaan tapi ini sdih tau, cukup doain aja mau it nyampe atqu gk ya kita doain smga keluarga yg di tinggalkan tdak berlarut2 dlm ksdihan, bantuin mbak jen nya biar bisa fokus ke anakny dgn cra gk post apapun dlu sampai keluarga yg dtingglkan bnar2 siap, ksian tau????, post yg bhagianya aja tnpa ada unsur2 sdih , demi apapun kalian yg fansny kamari empatinya tolong dgn cara gk ush post apapun dulu. Maaf klo ada salah kata????. Ini aku salin di komen aku di akun2 sblumnya,” sahut netizen lainnya.

















































































































