UPDATE

NASIONAL

Waspadai Manuver Jaringan AJC di Indonesia, Mereparasi Wajah Buruk Israel di Dunia Islam

Lima, pemerintah yang masih konsisten membela Palestina dan menolak hubungan diplomasi dengan Israel, akan menjadi target jika masyarakat telah berubah pandang. Berbeda dengan Timur Tengah. Mereka mulai dari atas (pemerintahan) karena memang sistim pemerintahan yang tidak banyak ditentukan oleh masyarakat (diktatorship). Tapi Indonesia suara masyarakat masih didengar. Kalau masyarakat berubah pandangan pemerintah mudah diarahkan.

Enam, AJC menjadikan NU sebagai target utama di kalangan Ormas. Karena NU dilihat sebagai organisasi terbesar dan juga karena kedekatannya dengan pemerintah. Maka jangan terkejut ketika ada oknum-oknum tertentu dari kalangan NU yang diberikan karpet merah atau murah. Seorang guru agama (dosen) diberikan akses ketemu presiden itu luar biasa.

Tujuh, AJC juga menjadikan UIN sebagai target utama di dunia akademis. Karena memang UIN dinilai sebagai pusat pendidikan Islam di Indonesia. Dan mereka tahu sejarahnya UIN mudah terpenetrasi. Jika tidak bjsa secara institutional, akan dilakukan melalui pendekatan individual. Dan itu sudah terjadi.

Delapan, di Amerika ada namanya gereja utama dan pemimpin agama tertinggi. Kalau di dunia Katolik ada namanya Katedral dengan Kardinal sebagai pemimpinnya. AJC melihat Istiqlal sebagai pusat seluruh Masjid Indonesia dan Imam Besarnya dianggap pemimpin semua pemimpin Islam Indonesia. Ketika beliau dipegang, seolah semua pemimpin Islam dipegang. Ketika Istiqlal ditaklukkan maka seolah semua masjid ditaklukkan. Ini strategi yang lihai.

Saya hanya ingin menegaskan bahwa saya sebagai Muslim asal Indonesia yang saat ini tinggal dan menjadi bagian Muslim Amerika saya tidak ingin negara dan bangsa asal saya seenaknya dipergunakan untuk kepetingan penjajah Israel. Saya dekat dengan banyak pemimpin Yahudi di Amerika. Menjalin Dialog dan berusaha bersama-sama melawan dua musuh bersama: Islamophobia dan anti semitisme.

Bahkan ketika Prof. Nazaruddin dijamu makan malam oleh AJC di kota New York saya dikontak oleh seorang pemimpin Yahudi yang sangat berpengaruh untuk jika berkenan bisa hadir di acara makan malam itu (in honor of Grand Imam of Indonesia). Selain karena saya memang di luar negeri (Umrah) juga saya tidak mungkin hadir dan makan malam dengan AJC yang zionis di saat pembantaian terus berlangsung di Palestina.

Hingga saat ini saya masih komitmen dengan kerja-kerja Dialog antar agama saya. Bahkan saya masih membuka diri untuk Dialog dengan Komunitas Yahudi. Tapi dengan kesadaran penuh bahwa ada konteks dan situasi sensitif yang mengharuskan saya berhenti sejenak.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3
Story Terbaru
Tidak dapat memuat data story terbaru.
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.