Situasi ini terlihat pada sesi perdagangan sore, pelaku pasar di Jakarta tak berdaya dengan kepungan sentimen global yang sangat ekstrim. Gerak IHSG akhirnya terjungkal tajam. Hingga sesi perdagangan ditutup, IHSG tercukur curam 3,4 persen di 7.059,6. Gerak IHSG terpantau berupaya mengikis penurunan usai sesi pertengahan sore, setelah sempat menginjak di bawah level psikologis penting nya di 7.000. Pantauan lebih rinci menunjukkan, seluruh saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan jatuh dalam zona merah dan dalam kisaran sangat tajam.
Diantaranya BBRI turun 3,82 persen di Rp 4.530, BMRI runtuh 3,3 persen di Rp 6.575, BBNI turun 2,74 persen di Rp 4.960, TLKM turun 2,1 persen di Rp 2.790, BBCA turun 3,18 persen di Rp 9.875, ASII turun 2,77 persen di Rp 4.560, ADRO turun 6,92 persen di Rp 3.090, UNTR turun 4,77 persen di Rp 24.475, serta PTBA merosot 5,88 persen di Rp 2.560.
Saham-saham yang tergabung dalam sektor energi terlihat memberikan kontribusi terbesar dalam penurunan IHSG. Hal Ini terlihat dari Indeks sektor energi yang runtuh 4,94 persen di 2.356,9.
Laporan terkait dari pembukaan sesi perdagangan di bursa utama Eropa juga memperlihatkan gerak yang sama suramnya. Seluruh Indeks di benua biru itu memerah dengan latar sentimen yang sama.
Pola berbeda terjadi di pasar uang, di mana nilai tukar Rupiah mampu konsisten menapak zona penguatan, seiring dengan pasar uang global. Namun gerak menguat Rupiah terpantau terkikis di pertengahan sesi perdagangan sore. Rupiah tercatat sempat menenggelamkan Dolar AS di kisaran Rp 16.119 namun kemudian berbalik hingga kisaran Rp 16.185. Hingga sesi perdagangan sore ini berlangsung, Rupiah tercatat ditransaksikan di kisaran Rp 16.180 per Dolar AS atau menguat 0,09 persen.
Pola gerak Rupiah yang bergolak tajam terlihat seirama dengan pasar uang global. Pantauan juga menunjukkan, mata uang Ringgit Malaysia yang kembali menjadi Jawara kali ini di Asia dengan mampu meruntuhkan Dolar AS hingga 2,2 persen.


















































































































Komentar Terbaru