UPDATE

NASIONAL

PDIP Antarkan Jokowi Berkuasa 10 Tahun, Kini Megawati Coba ‘Cuci Tangan’?

Pilkada Surakarta 2005 menjadi debut kebersamaan Jokowi dan PDI-P di pentas politik. Saat itu, partai banteng memberikan kepercayaan kepada Jokowi dan FX Hadi Rudyatmo untuk berkontestasi sebagai calon wali kota dan calon wakil wali kota sebanyak dua kali, yang berakhir dengan kemenangan.

Jokowi yang popularitasnya terus menanjak, diutus oleh PDIP untuk berlaga di gelanggang Pilkada DKI Jakarta 2012. Saat itu, Jokowi dipasangkan dengan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dan mereka menang.

Dua tahun kemudian, Jokowi ditugaskan PDIP untuk maju ke panggung Pemilu Presiden (Pilpres) 2014. Kala itu, Jokowi mengaku mendapat kepercayaan langsung dari Megawati Soekarnoputri sebagai pimpinan tertinggi PDIP.

“Saya telah mendapatkan mandat dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk menjadi capres dari PDI Perjuangan. Dengan mengucap bismillah, saya siap melaksanakan,” kata Jokowi saat blusukan ke kawasan Marunda, Jakarta Utara, 14 Maret 2014.

Dengan dukungan PDIP, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai NasDem, dan Partai Hanura, Jokowi-Jusuf Kalla sukses mengantongi 53,15 persen suara.

“Saya pesan ke Pak Jokowi, sampeyan tak jadikan capres. Tapi jangan lupa ingat capresnya saja, Anda adalah petugas partai yang harus melaksanakan apa yang ditugaskan partai,” pesan Megawati ke Jokowi dalam pidatonya saat deklarasi koalisi PDIP, Partai Nasdem, dan PKB di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu 14 Mei 2014.

Bayang-bayang Megawati selama kepemipinan Jokowi di periode pertama begitu besar. Bahkan hasil survei yang diterbitkan Cyrus Network pada Desember 2014, menyebut 83 persen publik menilai Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berpengaruh besar dalam mementukan arah kebijakan pemerintah.

Dalam komposisi kabinet saja, PDIP mendapat jatah menteri terbanyak. Dari 34 kursi menteri di Kabinet Kerja, sebanyak 15 orang berasal dari partai politik, lima di antaranya merupakan jatah PDIP. Yakni, Menko PMK, Mendagri, Menkumham, Menteri BUMN, MenKopUMKM.

“Dia tidak bisa lepas dari pengaruh ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Semakin jelas Jokowi adalah presiden boneka,” kata politikus Partai Gerindra Andre Rosiade pada Minggu, 25 Januari 2015.

Cengkeram Megawati tetap berlanjut ke periode kedua pemerintahan Jokowi. Setidaknya hingga hari ini saja PDIP masih mendapatkan lima pos menteri meski setahun terakhir berseteru dengan Jokowi. Di antaranya, Menkumham, Mensos, Menteri PPPA, MenPAN-RB, Menteri PUPR dan Sekretaris Kabinet.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.